Straight Up Series
Hari: Selasa, 3 Juli 2018
#STRAIGHUP
#Biarkan....YESUS
Bacaan: Markus 2:1-12
Markus 2:3-5 (TB), “ADA ORANG ORANG DATANG
membawa kepada-Nya seorang lumpuh, DIGOTONG OLEH 4 ORANG. Tetapi mereka
tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka
atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang
lumpuh itu terbaring. Ketika
Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Hai anak-Ku, DOSAMU SUDAH
DIAMPUNI!’”
Yesus dan
perlunya komunitas. Kita
perlu dikelilingi oleh orang-orang yang semangat, orang-orang yang mau
bertumbuh, orang
yang mentalitasnya mengajak saudara
untuk bertemu Yesus, mengalami
Yesus dan hidupnya bergairah
bersama Yesus.
Ada 4 orang yang menggotong orang lumpuh ini, ada orang-orang yang
mensupport dia untuk datang kepada Yesus dan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus. Adakah kita saat ini
memiliki komunitas yang mensupport kita untuk semakin dekat dengan Yesus??
Yesus dan pernyataanNya. Orang
banyak sudah tidak sabar lagi apa yang akan terjadi? Tetapi
kata pertama Yesus yang mampu mrnyembuhkan adalah “Anak-Ku, dosamu sudah diampuni”. Tempat yang terbaik untuk
Tuhan menyatakan diriNya
dan posisi terbaik untuk mujizat dinyatakan bagi kita adalah: Ketika
KENYATAAN kita tidak sesuai keinginan kita. Tuhan sedang menunjukkan
pewahyuan-Nya akan
siapa DIA kepada kita.
Waktu Yesus tidak seperti yang kita inginkan, menurut kamu “SIAPAKAH AKU”.
Aplikasinya: “Biarkan
Yesus” dan
1. HadiratNya
2. Label
kita
3. Apa
Adanya kita
4. Perlunya
komunitas sel
5. PernyataanNya.
Ketika kita BIARKAN YESUS melakukan ini
maka pengenalan
kita akan Tuhan jauh lebih baik. Pertumbuhan dan kedewasaan
kita akan jauh lebih baik. Bahkan kekuatan hidup kita akan jauh lebih baik. Amin, amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
PL:
Yesaya 6-7 dan 2 Tawarikh 26-27
PB: -
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
(Diambil
dari Warta Komsel 1 Juli 2018, Straight
Up Part 5)

No comments:
Post a Comment