Thursday, 28 June 2012

28 Juni 2012



28 Juni
Efesus 5:22 dijelaskan dengan indah dalam terjemahan “The Message”, istri-istri mengertilah dan dukunglah suamimu dengan cara menunjukkan dukungan bagi Kristus, amin. Bagi suami-suami, standard kasih seperti apa yang perlu dimiliki oleh seorang suami terhadap istrinya?
1.      Kasih yang tidak egois. Efesus 5:25, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
2.      Kasih yang suci. Efesus 5:26, “untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman.”
3.      Kasih yang senantiasa memberi atau mengorbankan diri (Efesus 5:25).
4.      Kasih yang mengasuh dan merawat. Efesus 5:29, “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat.”
5.      Kasih yang mengutamakan kesejahteraan istrinya (Efesus 5:29).
6.      Kasih yang melibatkan komitmen selain perasaan. Efesus 5:31, “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.”
7.      Kasih yang mengutamakan istri di atas hubungan yang lain (Efesus 5:31).
Jadi standard dalam sebuah pernikahan atau hubungan yang harmonis adalah hubungan seperti Kristus dengan jemaatNya! Dengan demikian, akan terbangun hubungan yang harmoni antara orang tua dan anak-anak juga! Amin.

Respon
Amin, terpujilah Tuhan Allah yang besar dan Raja yang besar, mengatasi langit dan bumi dan menjadikan segala sesuatu dengan perbuatan tanganNya! Dan baik Ibu, saya akan belajar takut akan Tuhan di dalam menjalani peran saya sebagai istri yang sudah Tuhan tentukan sebagai penolong serta pendukung bagi suami, untuk saya tidak akan bersandar kepada pengertian sendiri Ibu karena saya mengerti akan nasihat Tuhan yang mengatakan: perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri, amin. Maka dengan itu Ibu, saya kan menjaga diri saya untuk tidak membawa kerusakan di dalam keluarga saya melainkan akan membawa pohon kehidupan di tengah-tengah keluarga kami sehingga ada sumber kehidupan yang akan memberi ketentraman yang besar serta perlindungan bagi anak-anak! Terima kasih ya Ibu, selamat beraktivitas, Tuhan member-kati, amin.

No comments:

Post a Comment