Monday, 18 June 2012

18 Juni 2012



18 Juni
Bagaimana membuat orang lain respect dengan kepemimpinan saudara? Atau bagaimana kita membangun kehidupan yang saling menghargai antar anggota keluarga maupun dengan orang lain? Salah satu kuncinya adalah perlakukan orang lain sebagaimana saudara ingin diperlakukan. “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” (Matius 23:11) Sudahkah kita menjadi “pelayan” bagi saudara kita yang lain? Miliki “kerendahan hati” untuk kita bisa melayani orang lain, amin!

Respon
Amin, segala puji dan hormat serta keagungan bagi Tuhan, dengan segala kebenaran firmanNya yang mengatakan; kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Maka dengan itu Ibu, kini saya mengerti tidak cukup untuk saya hanya memiliki hati yang pemurah atau bersabar saja, melainkan saya harus merindukan kepenuhan akan Roh KudusNya, untuk saya dimampukan memberikan diri dengan segala kerendahan hati yang penuh belas kasih dalam melayani keluarga maupun sesama Ibu. Untuk saya dapat terus belajar untuk dapat mengasihi lebih lagi, dan tidak ada alasan bagi saya untuk berhenti mengasihi dan melayani dengan kerelaan hati Ibu karena saya tahu Tuhan sudah mengasihi dan melayani semua orang dan bahkan sebelum saya ada di dunia ini, Tuhan sudah mengasihi dan melayani saya sebagai orang berdosa, terlebih dulu! Terima kasih ya Ibu! Tuhan memberkati, amin.

No comments:

Post a Comment