Friday, 1 February 2013

Kata Pengantar



Shalom! Saya percaya kabar saudara-saudara sekalian luar biasa, amin! Saya berdoa supaya setiap saudara-saudara sekalian memiliki hubungan yang semakin intim dengan Tuhan di akhir zaman ini.
      Hadirat Tuhan secara pribadi menurut saya, adalah sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu yang tidak dapat saya lihat secara mata jasmani, namun dapat saya rasakan melalui hati dan jiwa saya. Saya sangat rindu, bahkan sangat teramat rindu untuk mengalami lawatan hadiratNya. Bukan hanya satu atau dua kali, namun setiap hari. Bukan karena saya cukup layak atau kudus, namun saya rindu untuk terus berada di dalam kuasa hadirat-Nya. “Aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.” (Mazmur 63:2).
      Dan kerinduan saya bukan hanya saya saja yang mengalami lawatan hadiratNya namun generasi ini juga mengalaminya. Saya tidak punya teori khusus tentang bagaimana mengalami hadirat Tuhan. Yang saya tahu, ketika hati saya rindu, Ia pasti akan datang melawat saya. Kuncinya hanya hati yang rindu. Dia bukan Allah yang terlalu jauh, “mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” (Yakobus 4:8a)
      Jika ada di antara kita mengalami kekeringan rohani, cepatlah kembali kepada hati yang rindu akan hadiratNya. Saya percaya, Ia adalah Allah yang terlebih rindu untuk melawat kita. Ini adalah janji Tuhan bagi setiap pribadi yang rindu untuk dipulihkan hubungan pribadinya dengan Tuhan: “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat.” (Yehezkiel 11:19)
      Jangan pernah capai dalam mengikut Tuhan, jika hari-hari ini banyak proses yang harus kita alami dan itu membuat hati kita hancur, Ia peduli dengan perasaan kita. “Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.” (Mikha 7:8)
      Back to Him, to His presence. He always waits you. Jesus bless you.
     




Siu Siang

No comments:

Post a Comment