HADIRAT ALLAH
Renungan Harian Memperbaharui
Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari
(Ps. Kong Hee)
“Masuklah Musa ke tengah-tengah
awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat
puluh hari dan empat puluh malam lamanya.” Keluaran 24:18
Musa adalah pecinta hadirat Allah. Dalam
Keluaran 24:9-10, kita membaca: “Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu
dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel. Lalu mereka melihat Allah
Israel.” Mereka benar-benar melihat
Allah! Itu terjadi di Gunung Sinai, yang menggambarkan baptisan Roh Kudus.
Ketika seorang percaya penuh dengan Roh, Tuhan menjadi sangat nyata baginya.
Ketika Roh Kudus ada di sekitar Anda, hadirat
Allah yang sangat kuat akan terasa. Anda tahu Dia ada di sana. Anda bisa
merasakanNya. Hati Anda mulai luluh dan air mata mulai mengalir di pipi Anda.
Terkadang, hadiratNya sangat kuat sehingga Anda bertekuk lutut di bawah
kemuliaanNya.
Sayangnya, keagamaan telah melemahkan
perjalanan kita bersama Tuhan menjadi perjalanan tanpa pengalaman. Keagamaan
menyusutkan Tuhan menjadi moralitas dan filosofi belaka. Beberapa orang bahkan
mencoba menekankan bahwa kita tidak memerlukan pengalaman, semua yang kita
perlukan hanyalah prinsip-prinsip “sukses” dari Alkitab. Tetapi apa salahnya
“merasakan” hadirat Allah? Jika perasaan itu jelek, kenapa Allah memberikan
Anda emosi? Kenapa Allah memberi Anda roh jika Dia tidak memperbolehkan Anda
hidup secara rohani di hadapanNya? Tentu saja, Allah ingin Anda dapat merasakanNya!
Jika orang-orang kudus di perjanjian lama dapat
mempunyai perjumpaan yang intim dan luar biasa dengan Allah, bukankah harusnya
kita yang hidup di perjanjian baru dapat lebih lagi mengalaminya? Dan
kebenarannya, kita dapat melakukannya karena Roh Kudus telah dicurahkan atas
semua manusia (Kis 2:17).
Dalam Alkitab, Roh Kudus digambarkan seperti angin, berarti bahwa Anda dapat
merasakan gerakanNya. Dia seperti api,
berarti Anda dapat merasakan kehangatanNya. Dia seperti sungai, berarti Anda dapat merasakan aliranNya. Dia seperti hujan, berarti Anda dapat merasakan Dia
“jatuh” pada Anda. Dia seperti atmosfer,
berarti hadiratNya pasti dapat memenuhi seluruh ruangan di mana Anda berada.
Musa sangat lapar akan hadirat Allah hingga dia
rela mendaki terjalnya Gunung Sinai untuk menghabiskan waktu bersama Allah. Dia
menghabiskan 40 hari 40 malam dalam hadiratNya, di mana dia menerima visi
mengenai rumah Tuhan – tabernakel.
Roh Kudus ingin berbicara pada Anda setiap hari
dalam penglihatan dan mimpi-mimpi. Jadilah lapar secara rohani, dan dengan
iman, masukilah hadiratNya dalam saat teduh Anda sehari-hari.
No comments:
Post a Comment