Thursday, 21 February 2013

21 Februari 2013



21 Februari 2013
Perumpamaan Anak yang Hilang (Lukas 15:11-32). Tidak ada seorang BAPAK yang tidak mengasihi anak-anaknya walaupun anak-anaknya itu sudah menyakiti hati Bapaknya! Bahkan apapun kesalahannya, pengampunan itu selalu diberikan, amin! Demikian juga dengan BAPA kita di sorga, DIA selalu memberikan pengampunan, sebesar apapun dosa-dosa kita asalkan kita bertobat! Sarapan pagi setiap hari bersama Yesus mengingatkan kita untuk selalu berbalik atau bertobat dari dosa-dosa kita, amin!

Respon 1
Luk 15:11-32, seseorang yang tahu bahwa dirinya sedang berdosa itu karena dia tahu kebenaran Tuhan dan fokusnya ada pada Tuhan (anak bungsu). Orang yang tahu kebenaran tapi berfokus pada diri sendiri selalu merasa diri benar dan sudah melakukan firman Tuhan (anak sulung). Tuhan tidak melihat apa yang tampak dari luar tapi DIA melihat hati. DIA tahu mana yang mengutamakan DIA dan mana yang tidak. DIA disukakan karena hati yang selalu berpaut padaNYA. Sudahkah hati kita berpaut pada Tuhan? Atau kita selalu melihat diri kita sendiri yang sudah “benar” menurut kita sendiri? Selamat hari Kamis.. Yang pasti menjadi hari yang manis buat kita semua.

Respon 2
Saya Ivanna, saya merasa terberkati dengan sms yang dikirim ke nomor saya. Saya punya pengalaman, dulu saya seorang Kristen KTP, umur 7 tahun akhirnya saya pernah diajak oleh guru agama saya untuk datang ke AOC. Saya datang dan menganggap kalau saya ke gereja hanyalah sebuah rutinitas pribadi (setiap hari Minggu). Walaupun saya orangnya pendiem, tapi saya juga sering berbuat dosa. Entah itu terhadap teman, dll. Namun setelah saya menyadari bahwa Yesus Kristus menebus hidup saya, saya bertobat dan hidup baru. Tapi setelah bertobat, ada saja masalah yang membuat saya jauh dari Allah, dan saya boleh minta sarannya bagaimana ya??

Tanggapan Saya untuk Respon 2
Puji Tuhan! Ivana yang terkasih dalam Kristus. Pada dasarnya kita semua ini sama adalah orang-orang berdosa. Pada saat kita bertobat dan lahir baru kita telah diselamatkan dari dosa. Tapi karena kita ini pabrik dosa maka kalau kita tidak intim dengan Allah maka kita akan melakukan dosa lagi dan kita berbuat dosa. Setiap orang, baik mereka yang sudah bertobat dan lahir baru maupun mereka yang belum percaya akan menghadapi masalah & pencobaan. Tuhan tidak pernah menjanjikan hujan sepanjang tahun, kita akan menghadapi panas, angin topan, banjir, gempa bumi, tsunami, dsb. Tapi Tuhan menjanjikan kekuatan bagi mereka yang percaya kepadaNya dalam menghadapi berbagai masalah dan pencobaan. Untuk menjadi kuat itu proses. Oleh karena itu Ivana harus selalu dekat/intim dengan Tuhan melalui saat teduh dan doa setiap hari. Dan yang utama supaya tidak jauh dengan Tuhan ialah mengikuti/aktif di dalam Pemuridan One-On-One. Harus punya mentor untuk sharing dalam hal rohani dan jasmani. Gbu.

Respon 3
Hamba yang Sejati. Yohanes 13:1-15. Apakah Anda menyamakan kesuksesan dengan kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan? Jika hal-hal ini yang menjadi ukuran, maka Yesus yang ditolak oleh komunitasNya sendiri dan bahkan tidak memiliki rumah sendiri, adalah suatu kegagalan. Namun, kita tentu saja tahu bahwa hal ini tidak benar. Jadi Allah pasti tidak memakai tujuan-tujuan duniawi ini untuk mendefinisikan kesuksesan. Sesungguhnya, Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah teladan kita – kita harus berjuang untuk menjadi seperti Dia. Jadi, apa sebenarnya tujuan Juruselamat kita? Dalam bacaan hari ini kita menemukan jawaban itu melalui tindakanNya: Dia datang untuk melayani. Para murid, yang ingin mendapatkan pengakuan dan pahala, saling bertengkar tentang siapa yang akan menjadi terbesar di surge. Tetapi Yesus malah melapas jubahNya dan melakukan tindakan seorang budak yang paling rendah. Keesokan harinya, Sang Maha Kuasa disalibkan oleh ciptaanNya sendiri. Dengan membiarkan semua ini terjadi, Dia menyediakan jalan keselamatan bagi semua orang bahkan orang yang telah memakuNya di kayu salib. Yesus yang patut dimuliakan telah memilih untuk berkorban dan menderita. Dan Dia mau kita juga ikut teladan pelayananNya. Selain Yudas, semua muridNya taat. Sesungguhnya, mereka harus menghadapi penderitaan luar biasa dan kebanyakan mati secara tragis karena iman mereka. Namun mereka bersedia meniti jalan kerendahan karena hal yang sudah diajarkan Yesus kepada mereka: “Yang terakhir akan menjadi yang terdahulu, dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” (Matius 20:16). Bagaimana Anda menggunakan waktu dan sumber daya Anda? Dan topik-topik apa yang mendominasi pikiran dan percakapan Anda? Ini bisa menjadi beberapa petunjuk tentang tujuan yang mengarahkan hidup Anda. Anda mungkin mendambakan pengakuan duniawi, tetapi Allah memiliki panggilan yang lebih mulia bagi anak-anakNya. Mintalah Dia mengembangkan sikap seorang hamba dalam hati Anda.

No comments:

Post a Comment