19 Februari
2013
Kolose 3:23, “Apapun juga yang
kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan
untuk manusia” Amin. Sebagai anak-anak Tuhan, apakah kita punya extra value atau nilai lebih? Dibandingkan orang lain? Ayat ini merupakan salah satu
rhema bagi saya sejak tahun 2003 (±10 tahun yang lalu). Melalui sharing firman
Tuhan di dalam komunitas sel kami waktu itu, dari seorang leader atau mentor
saya, sangat memberkati dan senantiasa berbicara di dalam hati saya, bila saya
tidak “sepenuh hati” melakukan tugas-tugas saya baik di kantor, di tempat
pelayanan maupun dalam pekerjaan Rumah Tangga sehari-hari! Mari saudaraku kita
mau jadikan ayat firman Tuhan ini sebagai pedoman atau SIKAP HATI kita untuk
mempunyai extra value dalam apapun
yang kita kerjakan! SETUJU? Melalui Sarapan Pagi setiap hari, kita mau
diperbaharui sehari demi sehari: dengan BEKERJA sepenuh hati seperti kepada
Tuhan bukan kepada owner tempat kita bekerja, bukan juga di tempat pelayanan
kepada hamba Tuhan yang kita hormati saja! Tapi lebih dari itu miliki extra value dalam setiap pekerjaan yang
kita lakukan seperti kepada Tuhan atau yang
TERBAIK yang kita mampu lakukan, amin!
Respon 1
19 Februari 2013/Selasa. Panggilan kita di masa sukar. II Korintus
4:6-18. Pada masa sukar, dunia kerap menyelinap ke dalam ketakutan kita dan
mengirim pesan yang salah: Berusahalah menjadi nomer satu. Semakin mudah kita
berpusat pada diri sendiri. Kita hanya terarah pada hal-hal yang menurut dunia
perlu kita cemaskan, dan pikiran kita pun dipenuhi dengan aku, diriku,
pendapatku, perasaanku, dan apa yang akan kudapat dari masa depan yang tidak
pasti ini. Padahal Allah ingin kita mengalihkan pikiran kita dari diri sendiri
dan mengarahkannya kepada apa yang ada dipikiranNya untuk hidup kita. Jadi,
bagaimana kita harus bersikap pada masa-masa susah? Pertama, kita yang mengenal
Kristus dipanggil untuk tetap memiliki keberanian dan keyakinan bahwa Tuhan itu
cukup, apa pun yang terjadi. Kedua, Alkitab yang berkata bahwa kita adalah
terang dunia dan kita dipanggil untuk menghidupi pesan yang mengubah-hidup di
dalam diri kita. Ingatlah bagaimana gereja mula-mula menyikapi masa-masa
gejolak. Apakah mereka lalu bersembunyi di dalam jemaat-jemaat kecil mereka?
Tidak. Mereka terus maju dengan berani – bahkan rela kehilangan nyawa – karena
mereka tahu betapa besarnya anugerah Allah kepada mereka, dan mereka rindu
membagikannya kepada dunia. Allah tidak mau anak-anakNya berpusat pada diri
sendiri ketika terjadi krisis atau goncangan. Dia mau kita menggunakan
kesempatan itu untuk membawa harapan kepada orang-orang yang mencari hal yang
mereka butuhkan. Apakah Anda hidup untuk diri sendiri atau untuk Allah? Dia
tidak menghendaki kita menarik diri dari dunia dengan ketakutan. Dia
menempatkan kita di bumi ini dengan suatu misi: melakukan perubahan hidup pada
diri manusia dengan kuasa Roh-Nya. Ketika kita tidak lagi berpusat pada diri
sendiri, orang lain akan tertarik pada kasih, sukacita, dan damai sejahtera
yang ada di dalam kita.
Respon 2
Betul, setuju.. Make a different in ur life.
Respon 3
Kolose 3:23 melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk
manusia, ini berbicara tentang excellence. Cara kita mengerjakan sesuatu harus
maksimal bukan karena diawasi trus kita kerja baik tapi kalo gak ada yang
melihat kita santai-santai. Tuhan mau setiap kita punya mental bos bukan mental
pegawai yang selalu minta diawasi. Ini bukan hanya untuk pekerjaan sekuler aja
tapi juga berbicara tentang pelayanan. Apakah kita melayani karena untuk dipuji
manusia atau karena benar-benar mencintai Tuhan sehingga kita melayani dengan
segenap tubuh, jiwa, dan roh kita? Kalo kita melayani karena cinta Tuhan maka
kita akan melayani dengan tidak melihat manusianya (gembala, rekan sepelayanan,
dll), kita akan melayani dengan hati hamba seperti hati Tuhan. Selamat hari
Selasa.. Selamat menikmati kebaikan dan kemurahan Tuhan sepanjang hari ini.
Respon 4
“Anda diciptakan oleh Allah, untuk mengenal Dia dan hidup bagi Dia”
Amin! Sebab Ialah yang memberi hidup dan napas dan segala sesuatu kepada
manusia. Dari satu orang manusia Ia membuat segala bangsa dan menyuruh mereka
mendiami seluruh bumi.. Kita hidup dan bergerak dan berada di dunia ini karena
kekuasaan Dia. Kisah Para Rasul 17:25-26. 28 Engkau menciptakan setiap badanku,
dan membentuk aku dalam rahim ibuku. Aku memuji Engkau sebab aku sangat luar
biasa! Engkau melihat aku waktu aku masih dalam kandungan: semuanya tercatat di
dalam buku-Mu; hari-harinya sudah ditentukan sebelum satu pun mulai. (Mazmur
139:13-14, 16) Sarapan pagi bersama Yesus setiap hari akan menjaga stamina
rohani kita menjadi yang kuat sehat, amin! Semangat ya, halleluyah!
No comments:
Post a Comment