Saturday, 11 August 2012

11 Agustus 2012



11 Agustus
Siapapun kita, apapun latar belakang kita milikilah hidup yang berdampak dan mengimpartasi sesuatu yang positif buat sesamamu! Jadilah orang yang mentransformasikan “kehidupan Ilahi” bagi orang lain niscaya engkau akan dipakai dan diurapiNya menjadi penjala jiwa. Matius 9:9-12, “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: Ikutlah Aku. Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa? Yesus mendengarnya dan berkata: Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.”
Respon 1
Yeeeess... Renungan pagi ini tentang Matius si pemungut cukai yang diubahkan hidupnya karena dia mau mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan yang artinya mau seia sekata dengan Tuhan. Gambaran Matius adalah diri kita sendiri, orang berdosa. Tuhan mau memanggil kita “ikutlah AKU” kata Tuhan. Maukah kita “mengikut Tuhan”?? Kalo kita berkata mau berarti kita siap untuk “seia sekata” dengan Tuhan yaitu se VISI, se HATI, dan se TUJUAN dengan Tuhan. Visi, hati, dan tujuan Tuhan adalah menyelamatkan jiwa. Siapkah kita????

Respon 2
Amin, amin Ibu! Segala hormat dan puji hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus, baik Ibu dengan segala kerendahan hati saya mau diajar dan tunduk akan perintah Tuhan, untuk saya belajar melakukan perintahNya, agar senantiasa Tuhan berkenan memberikan saya hati yang berbelaskasihan terhadap jiwa-jiwa yang terluka, dan remuk hati untuk mengalami pemulihan di dalam Tuhan! Sebab firman Tuhan mengatakan: pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku (Yesus) datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Amin! Terima kasih ya Ibu, selamat berkarya! Tuhan memberkati, amin.

No comments:

Post a Comment