WHEN JESUS EDITS
Morning with Jesus
Minggu 19 Mei 2019.
#I'M ALIVE
#WHENJESUSEDITS.
WHEN JESUS EDITS – Part 3 “How to Train Your
Dragon”
Ada satu hal dalam kehidupan kita, yang selalu dan pasti
terjadi dalam setiap moment kehidupan kita tiap harinya. Dan ini sangat
menentukan setiap kehidupan kita. Sesuatu yang keliatannya “kecil”, tapi besar
kekuatannya, dan juga bisa menyemburkan api, yaitu: respon.
Respon adalah: Jawaban atau tanggapan, baik dalam
bentuk kata-kata maupun tindakan.
Bagaimana kita meresponi perkataan, atau sikap, atau
keadaan, akan sangat menentukan hal berikutnya dalam hidup kita.
Ada 2 macam RESPONSE:
(1) Respon yang “auto”
Kita otomatis bereaksi.
Contoh:
- orang lain ngomong nada tinggi, kita ikut overtone
- orang melakukan sesuatu yang baik, kita auto-excited
- ada sebuah film yang mengharukan, atau bikin sedih,
kita auto-nangis
- ada tikus lewat kaki kita, kita auto-loncat
Reaksi otomatis terhadap sesuatu.
(2) Respon yang dipikirkan & direncanakan
Contoh:
- Mempersiapkan jawaban dalam interview.
- Misal mau menyelesaikan konflik dengan seseorang, Anda
prediksi kira-kira dia akan ngomong apa; dan kalau dia ngomong apa, Anda jawab
apa, dst.
- Meresponi tugas atau tanggungjawab yang diberikan.
RESPON SEBENARNYA BISA KITA LATIH; DAN HARUS
DILAKUKAN DENGAN SENGAJA.
Ini artinya menjadi responsif.
Responsive artinya: Merespon secara sadar, dan
dengan pengertian dan perasaan terhadap sesuatu.
Kabar baiknya: Respon yang dipikirkan &
direncanakan, jika diulang, akan mencari respon AUTO kita.
Banyak orang bilang, mulutmu harimaumu. Hari
ini, kita belajar, RESPONMU NAGAMU. Dan kita akan lihat How to Train
Your Dragon. Bagaimana melatih naga, yaitu RESPON kita.
2 Raja-raja 4:1-7
2 Raja-raja 4:5 - “ditutupnyalah pintu”
Kadang kala, saat kita mau melatih respon
kita, kita perlu “menutup pintu”, menutup telinga terhadap suara-suara yang
bisa men-distract (mengalihkan perhatian kita) terhadap apa yang jadi
fokus kita. Karena RESPONSIVE itu: Merespon secara sadar, dan dengan pengertian
dan perasaan terhadap sesuatu.
RESPON BISA KITA LATIH; DAN HARUS DILAKUKAN DENGAN
SENGAJA.
Respon yang dipikirkan & direncanakan, jika
diulang, akan mencari respon AUTO kita.
3 area dimana kita perlu jadi RESPONSIVE dalam
kehidupan sehari-hari:
I. Responsive PROFESSIONALLY
RESPON, ternyata, adalah akar kata dari RESPONSIBLE,
yang artinya: BERTANGGUNG JAWAB.
Berarti, Setiap tanggung jawab dalam kehidupan,
dimulai dari RESPONSE. 2 Raja-raja 4:2a
Merespon adalah hal termudah, termurah, tidak butuh
biaya, tidak butuh jarak, hanya butuh dilakukan.
Being responsive adalah salah satu bentuk excellency
yang paling awal & paling simple yang bisa kita lakukan.
Let’s be responsive. Respon adalah bentuk
tanggungjawab, karena Setiap tanggungjawab dalam kehidupan, dimulai dari RESPON.
II. Responsive terhadap sesama
Kita hidup dalam dunia yang semakin fast-paced
(cepat), dan seringkali kita harus selektif. Namun juga bukan berarti kita
meninggalkan atau tidak menghiraukan hubungan dengan orang di sekitar kita.
# dalam keluarga
# social skills
# menjangkau orang (invest-invite)
Dalam kehidupan hari ini, kita cenderung mau kumpul
dengan orang yang kita sudah kenal, atau yang kita nyaman. Tapi Yesus memanggil
kita bukan hanya untuk nyaman; tapi untuk menjadi agen Tuhan di dunia ini.
Salah satu hal ter-simple yang bisa kita
lakukan mungkin adalah:
- follow-up kawan baru yang hadir (RESPON dalam waktu
kurang dari 24 jam).
- menyapa orang di gereja yang belum kita kenal.
- ngobrol dengan orang lain.
Beberapa dari kita mungkin “aku tidak biasa gitu.
Aneh banget”. Ingat, respon bisa kita latih; dan harus dilakukan dengan
sengaja. Respon yang dipikirkan & direncanakan, jika diulang, akan
mencari Respon AUTO kita.
III. Responsive terhadap Tuhan
Minyak seringkali melambangkan Roh Kudus;
melambangkan urapan. Firman Tuhan bilang kita ini seperti bejana di tangan
tukang periuk. Artinya: Kita (bejana) ini dialiri urapan Tuhan, dialiri Roh
Kudus (minyak).
Di minyak janda ini, minyaknya mengalir terus. Tapi
waktu tempayan habis, minyak berhenti mengalir. Bukan karena minyaknya tidak
bisa. Tapi tempayan-nya tidak tersedia. Roh Kudus, supply Tuhan, urapan Tuhan,
lawatan Tuhan, hadirat Tuhan itu SELALU ADA.
TInggal RESPON kita terhadap Tuhan. Mau kah, kita-nya
dialiri?
Tersedia kah, rasa haus & lapar akan hadirat Tuhan,
lawatan Tuhan?
Bukan berarti semua ditentukan dari haus & lapar
kita, atau itu satu-satunya faktor. Bukan. Tapi it plays a part (itu
juga berapaeran) dalam bagaimana kita merasakan Tuhan dan menyaksikan dia
bekerja dalam hidup kita.
Yeremia 18:4
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah
liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali
menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
Hidup kita bagai tanah liat di tangan pejunan. Seringkali
Dia harus EDIT hidup kita, EDIT RESPON kita, supaya kita bisa menjadi seperti
apa yang Dia mau. Dan apa yang Dia mau memang yang terbaik buat kita. Maukah
kita dibentuk supaya kita bisa overflowing?
Semakin lama kita ikut Tuhan, jangan sampai kita
semakin terbiasa, tapi biar kita semakin terpesona sama Tuhan, makin
tergila-gila sama Tuhan, makin rindu Dia lebih lagi.
DISKUSI:
1. (Apa yang Tuhan katakan kepada kita? Perintah apa
yang harus kita lakukan?)
2. Dari kotbah ini, apa yang harus kita rubah dari
hidup kita? Pertobatan apa yang harus terjadi?
3. Kebiasaan apa yang perlu mulai Anda bangun dari
hari ini? Mengapa kebiasaan tersebut perlu Anda bangun?
4. Komitmen apa yang mau Anda lakukan selama minggu
ini berkaitan dengan kebiasaan yang baik?
Tuhan Yesus memberkati.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#WhenJesusEDITS
Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
Kitab Ruth3&4
Mazmur 48
Kisah Para Rasul 26:1-18
#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#impacting marketplace
#I’M ALIVE
#happysunday
#happyservinggod
No comments:
Post a Comment