Sunday, 3 February 2019

3 Februari 2019

Morning with Jesus
Minggu, 3 Februari 2019.
#I'M ALIVE
#RichFamPoorFam.

Part 1 – The Rich Priority
Intro:
Welcome to a new series, Rich Family Poor Family 2019.
Tiap tahunnya, Alfa Omega Church selalu mengambil waktu untuk invest dalam setiap kehidupan kita, berbicara secara khusus tentang hubungan keluarga. Melalui pesan hari ini, dan juga selama bulan ini, kita akan semakin dibekali untuk menjalani kehidupan keluarga & pernikahan. Hari ini kita akan membahas tentang PRIORITAS.

The Rich Priority. Prioritas yang Kaya.
Matius 22: 37-39

Ini prioritas yang akan kita ingat bersama: Tuhan adalah PUSAT hidup kita; HUBUNGAN dengan keluarga, yang berikutnya.
I. Tuhan adalah PUSAT hidup kita.
Tuhan bukan hanya sekedar nomor 1. Dia ADA DI SEMUA ASPEK KEHIDUPAN KITA. He is at the center. Dia pusat segala-galanya. Semua aspek kehidupan kita mengalir dari hubungan kita dengan Tuhan.
Entah Anda single, berpasangan, sudah menikah, belum menikah, punya anak, atau belum punya anak. Sumber diri kita terletak pada Pencipta kita. Ilustrasi gadget: yang paling tau gadget ini, baik keunggulannya, maupun kelemahannya; TUJUANNYA diciptakan; fungsi utamanya, adalah: yang menciptakan. Sama halnya: Yang paling tau hidup kita adalah PENCIPTA KITA — Yesus sendiri. Sehingga, memelihara hubungan dengan Yesus adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Saat kita kenal Dia, kita tau harga diri kita. Saat kita punya hubungan yang makin bertumbuh dalam Tuhan (karena hubungan dengan Tuhan bukanlah pencapaian, tapi proses seumur hidup), kita akan makin tau cara Tuhan memandang kita, sehingga, itu mengubah cara kita memandang diri kita sendiri.
Bukan lagi: “Kalau aku punya pacar aku lebih happy;
Kalau aku bisa punya mobil dulu, aku baru bisa happy;
Kalau suami/istriku memperlakukan aku dengan baik, aku lebih happy;
Kalau anakku juara kelas baru aku jadi orang tua yang secure.

Tapi saat Tuhan jadi PUSAT hidup kita, menentukan identitas diri kita, kita tau bahwa:
Kita cukup baik; Kita smart enough; Kita diurapi; Kita diampuni (dan bukan ditentukan oleh masa lalu kita); Kita dibarui oleh Tuhan;
Kita bukan gagal, tapi berkemenangan dalam Yesus; Kita dimampukan;
Kita diberkati (I am blessed); Kita dicintai (I am loved);
Kita berjalan bersama perkenanan Tuhan (I am favored);
Kita DIHIDUPKAN bersama Yesus (I am Alive); Kita diciptakan dengan tujuan hidup yang berkemuliaan. Sehingga, kita punya rasa percaya diri yang sehat.

Kita membawa siapa diri kita ke semua aspek kehidupan kita, terutama relationship. Saat kita bisa melihat diri kita dari kacamata Tuhan, kita tau kita diciptakan SINGLE. UTUH. Single itu bukan status. Single itu keberadaan diri. Tuhan menciptakan kita SINGLE. UTUH. Setelah kita menikah pun, kita harus tetap jadi SINGLE. Tetap pribadi yang UTUH. Setelah punya anak pun, tetap harus jadi SINGLE. Pribadi yang UTUH.

II. HUBUNGAN dengan keluarga yang berikutnya.
Yohanes 13:34-35
sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Yang Tuhan mau adalah kita mengasihi pasangan, mengasihi anak, mengasihi orang tua, mengasihi saudara, mengasihi mertua, menantu, sepupu, anything… SEPERTI YESUS MENGASIHI.
Yohanes 15:12
Not always easy. Tapi ini yang Yesus contohkan bagi kita dan memampukan kita. Tidak gampang. Benar. That’s why it is a lifetime journey (perjalanan seumur hidup). And that’s why we need Grace.
Untuk memiliki hubungan pernikahan yang sehat, ini urutan prioritas kita: Tuhan adalah PUSAT hidup kita; HUBUNGAN dengan keluarga yang berikutnya.

APLIKASI NYA:
(1) Untuk yang tidak/belum berpasangan
Be the person you’re looking for is looking for” (Andy Stanley)
Jadilah orang yang dicari oleh orang yang Anda cari.
Jadilah orang yang punya kualitas yang akan diinginkan oleh orang yang Anda idamkan.
Bagaimana caranya?
-Dengan membangun hubungan dengan Tuhan;
-Menemukan jati diri kita di dalam Tuhan; (sekali lagi, bukan kalau kita punya pasangan baru kita happy. Tapi menemukan kepenuhan diri & identitas di dalam Tuhan, regardless ada pasangan atau tidak)
-Excellent dalam melayani; excellent dalam berpenampilan.
Walaupun suatu hari nanti ada pasangan, Tuhan tetap PUSAT segalanya, dan pasangan kita/anak kita berikutnya.

(2) Untuk yang menikah
Kejadian 2:24
Kata “meninggalkan” ini berasal dari Bahasa Ibrani yaitu kata “AZAB”. Azab berarti: “to loosen” or “relinquish”.
MELEPASKAN. Artinya: dulunya relationship manusiawi kita yang utama adalah dengan orang tua. Sekarang, setelah Anda menikah, karena Tuhan adalah PUSAT hidup kita; HUBUNGAN dengan keluarga, yang berikutnya,
Berarti: relationship/hubungan manusiawi kita yang utama adalah dengan PASANGAN, anak, orang tua.
Beberapa rambu-rambu:
# konsep “aku harus punya pasangan baru aku bisa happy” atau “pasanganku akan membuat aku happy”: Awalnya, kita akan IDOLAKAN mereka. Tapi kemudian kita SALAH-SALAHKAN mereka.
Kita meminta pasangan kita untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya bukan bagian mereka untuk penuhi.
Karena itulah, saat Tuhan adalah PUSAT hidup kita; hubungan dengan keluarga yang berikutnya: kita tau bahwa kepenuhan diri kita di dalam Tuhan dulu.
# Maksud yang baik, urutan yang salah
Sering kali, bukan sesuatu yang buruk yang merusak pernikahan. Malahan sesuatu yang baik, tapi di urutan prioritas yang salah. Tuhan adalah PUSAT hidup kita; HUBUNGAN dengan keluarga yang berikutnya.

n Orang juga sering kali, habis punya anak, anak jadi take over the priority of life, melebihi hubungan pernikahan. Semua-semua demi anak, demi anak, akhirnya lupa untuk invest di pernikahan. Lupa untuk date nights. Atau terlalu lelah, terlalu malas, tidak ada waktu, tidak ada tenaga. Meskipun sudah punya anak, jangan lupa INVEST di hubungan pernikahan.
-Pergi kencan berdua; nge-date berdua; titipkan anak sementara di orang tua/mertua/teman komsel or what, dan invest di hubungan.
-Ikut Marriage Talk; ikut Marriage seminar
-Sediakan waktu & tenaga
-Dress-up/dandan buat pasangan Anda. Penting banget.

n Orang sering kali mengatasnamakan tanggung jawab, tapi lupa jaga HUBUNGAN. Sering kali orang bekerja, dengan alasan “yang nikmati kan juga anak”. Eh tapi lupa bahwa anak tidak hanya butuh uang. Tapi juga butuh orang tuanya. Uang penting, tapi HUBUNGAN juga penting. Sering kali, bukan sesuatu yang buruk yang merusak pernikahan. Malahan sesuatu yang baik, tapi di urutan prioritas yang salah. Tuhan adalah PUSAT hidup kita; HUBUNGAN dengan keluarga yang berikutnya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RFPF

Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Kejadian 43
Mazmur 34
Lukas 24: 1-12

#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#I'm A live
#happysunday
#happyservingGOD

Noted: Bahan dari warta komsel 3 Feb 2019.
#church4sinners

No comments:

Post a Comment