Sunday, 17 February 2019

17 Februari 2019

Minggu, 17 Februari 2019.
#I'M ALIVE
#RICHFAMPOORFAMPART3
Kesatuan

Intro:
Ada berapa yang menikah dengan orang yang beda dengan karakter Anda sendiri?
Dan benar-benar ketika menikah karakter orang bisa berubah dibanding dengan pacaran. Dulu pacaran bisa (menarik) attract kalau sudah menikah (menyerang terus) attack. Dulu pacaran nyantai orangnya, enak, pas sudah menikah kok malas. Dulu orangnya tegas, menikah jadi judes. Dan lebih parahnya kerasannya itu makin berbeda dengan diri kita. Kenapa? Karena ternyata kalau kita memiliki karakter yang sama, maka tidak ada gunanya kita menikah dengan orang tersebut. Dan, bahkan, Tuhan mau pakai perbedaan untuk menguatkan. Sekali lagi, Tuhan mau pakai perbedaan untuk menguatkan, tetapi Iblis pakai untuk menghancurkan. So, buat Anda yang sudah menikah, hari ini bakal seru, buat Anda yang belum menikah, ini bakal jadi bekal yang menolong Anda untuk masa depan, dan juga bagaimana behave jadi anak dalam keluarga. Bahkan ini yang menarik Unity without verity is no better than conspiracy (John Trapp).

Nah, Minggu ini kita akan belajar, keluarga tentang KITA Lebih dari tentang AKU. WE more than ME.
BODY:
Kej 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kata BERSATU, berasal dari kata DABAG (daw-bak), yang artinya pursue hard, stick (nempel). Hingga ayat ini menjelaskan lebih detail menjadi satu daging. Dan Tuhan Yesus juga quote ayat ini: “Bagaimana kita bisa hidupi ayat ini dalam dunia yang banyak perceraian?” (Mat 19:4-6). Bahkan, Sebagian bilang pernikahan hanya kontrak dia tas kertas.

KONTRAK VS PERJANJIAN.
Kita perlu tahu bahwa pernikahan adalah perjanjian di hadapan Tuhan. Bedanya apa antara KONTRAK dengan PERJANJIAN? Kontrak berdasar ketidakpercayaan satu sama lain (mutual distrust). Istilahnya gini, Aku pegang janji selama kamu pegang janji. Contoh, kalau kita mau kerja sama, kita buat kontrak kerja sama karena kita takut orang itu bisa nggak beres, dan perlu tau detailnya. Jadi kita bikin kontrak perjanjian kerjasamanya. Dan sering kali berdasar mutual distrust. Tapi Perjanjian, itu berdasar Komitmen bersama (mutual commitment). Dalam bahasa Ibraninya PERJANJIAN: beriyth: cutting, a binding agreement, a blood covenant. Kalau liat di Perjanjian Lama, adanya covenant harus ada pertumpahan darah. Oleh karena itu dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru ada perubahan, karena darah Tuhan Yesus.

Pernikahan jaman Perjanjian Lama.
Di Perjanjian Lama pernikahan, mereka datang ke imam. Dan imamnya memotong bagian dari tangannya sampai darah keluar lalu demikian hingga yang cewek di lukai pakai pisau sampai berdarah. Lalu, tangannya di lengketkan, karena ini simbol hidup mereka jadi 1. 2 menjadi 1. Telapak tangannya diikat. Jadi dalam tubuh masing-masing itu ada darah pasangannya. Lebih lanjut mereka honeymoon, perjaka akan masuk ke perawan dan akan ada darah perawan. Dan itu adalah kejadian yang di atur Tuhan yang indah. Mereka jadi 1 daging. Inilah kenapa bercinta itu indah di hadapan Tuhan, dan direncanakan Tuhan untuk jadi luar biasa dan kudus diciptakan untuk pernikahan. Sekarang ini orang sering kali sudah kawin sebelum kawin. Dan kalau nggak cocok kita sudah latihan cerai. Dan kalau nggak cocok orang yang sudah kawin sebelum kawin kita sudah latihan perceraian. Dan akhirnya cara berpikir kita sudah kacau. Oleh karena itu, waktu diupacara pernikahan ada janji nikah/ komitmen pernikahan. Ini bukan setengah-setengah, ini 100% komit. Lakukan kepada org lain apa yang Tuhan sudah lakukan kepada mu.
Apa yang sudah Tuhan lakukan kepada kita?
1. Partnership. Ini tentang berpartner dalam perjanjian pernikahan
Apa itu: Kepemimipinan dalam Tuhan dan saling penundukan diri.
Efesus 5:21: “dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”. Paulus bicara tentang ini, dimulai dari hal ini. Paulus lanjutkan :22-24, istri tunduklah ... seperti gereja dan Kristus. Istri Jangan merasa kamu leher.

2. Pria ada yang selalu mau mengendalikan. Tapi ada pria-pria juga yang ya udalah ikut saja. Tapi kita perlu tau, kita adalah spiritual leader in our family. Tapi bukan diktator. Jadi kalau diajar untuk melayani, suami, harus jadi yang paling belajar dulu. Karena kita yang set the tone. Dan keluarga kita akan follow. You have to learn to set the tone. Dalam keluarga, Tuhan ingin kita bisa memiliki kepemimpinan dalam keluarga bukan dengan paksaan. Ada bedanya antara DITAKTOR dengan PEMIMPIN. Your marriage will be as good as both of u wanted to be. Pernikahan tidak diukur dari apa yang kamu inginkan, tapi dari komitmen.

CONCLUSION:
Tuhan mau kita punya perbedaan, dan di sinilah seninya keluarga, PENUNDUKAN dan KEPEMIMPINAN. Kalau kita bisa menemukan kedua ya berfungsi dalam keluarga, kita akan melihat hal yang indah. Kita belajar ini dari Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFamPoorFam

Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Keluaran 16-17
Amsal6 ,7:6-27
Ibrani 12

#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#I'm A live
#happysunday
#happyservinggod

Noted: bahan warta komsel 17 Februari 2019.
#church4sinners

No comments:

Post a Comment