BILLIONAIRE SERIES
Hari: Selasa, 9 Oktober 2018
#Billionare
#PANTANGMENYERAH
Bacaan: 1 SAMUEL 1:1-28
Di dalam
Perjanjian Lama, paling tidak ada 3 tokoh wanita utama yang memiliki kesusahan
besar karena tidak dikarunia anak. Tokoh yang pertama, Sarah, dihukum oleh
Tuhan karena mentertawakan janji Tuhan bahwa ia akan mengandung dalam keadaan
pasca menopause. Tokoh yang kedua, Rahel, cenderung untuk merajuk dan
bersungut-sungut karena apa yang di alaminya. “Berikanlah kepadaku anak, kalau tidak aku akan mati,”
demikian tuntutan Rahel pada suaminya Yakub. Cuma HANA, yang TIDAK JEMU-JEMUNYA membawa kerinduannya
untuk mejadi seorang ibu ini di dalam hadirat Tuhan. Ada beberapa hal penting
yang dapat kita pelajari dari Hana hari ini:
Pertama,
PANTANG MENYERAH, meski orang-orang yang lain sudah menyerah. Situasi yang ada di sekitar Hana
bukanlah situasi yang mendorong orang untuk berdoa. Umat Israel di masa
Hakim-hakim sudah semakin tidak rohani, moral mereka semakin bobrok. Yang
mereka kejar Cuma materi dan kenikmatan. Perhatikan bejatnya moral anak-anak
Imam Eli – Hofni dan Pinehas. Kalau anak-anak imam aja sudah seperti
begitu apalagi masyarakat kebanyakan. Orang yang berdoa malah diejek,
diledek, dianggap aneh, Karena itu jangan heran kalau Imam Eli sendiri
menganggap Hana yang sedang khusyuk berdoa sebagai seorang yang lagi mabuk.
Belum lagi
situasi internal yang dialaminya bersama dengan Allah. Dikatakan bahwa Hana
berdoa dari TAHUN KE TAHUN /
PUNYA KEJELASAN / PUNYA FOCUS. Perlu waktu yang lama sebelum doanya dikabulkan
oleh Allah. Ada orang yang mengatakan bahwa penderitaan itu punya potensi
mendekatkan orang kepada Allah. Memang pernyataan ini ada benarnya! Namun kalau
penderitaan tersebut tak kunjung usai, kebalikannya yang bisa terjadi. Orang
tak lagi bisa percaya dengan Allah.
Namun HANA
LAIN! Tahun-tahun ”kebisuan Allah” TIDAK membuatnya MENYERAH. Sementara semua
orang yang lain sudah mengangkat lutut, Hana masih menekuk lututnya. Hana
PANTANG MENYERAH. Tuhan yang akhirnya ”menyerah”. Seorang putera diberikan
kepada dia.
George
Muller, seorang rohaniwan besar dari Inggris pernah berdoa khusus untuk
keselamatan 5 orang temannya. Pada tahun kelima, satu orang bertobat. Pda tahun
ke sepuluh dua orang lagi bertobat. Pada tahun keduapuluh lima seorang lagi
bertobat. Jadi tinggal satu orang lagi yang belum bertobat. Coba terka berapa
lama lagi George Muller berdoa bagi yang terakhir ini? Dua puluh tujuh tahun!
Itu berarti sampai akhir hayatnya George Muller berdoa. Hasilnya? Beberapa hari
setelah George Muller wafat, ornag yang kelima ini memeutuskan untuk menerima Tuhan
Yesus sebagai juruselamatnya. Lima puluh dua tahun bukan waktu yang singkat
untuk bertahan dalam doa bukan? Mungkin hanya sedikit dari anatara kita yang
akan bertahan dalam penantian dan perjuangan selama itu. Tapi tidak demikian
dengan George Muller.
Hari-hari ini
mungkin ada di antara kita yang sedang mulai atau sudah sekian lama
menggumulkan sesuatu di hadapan hadirat Allah. Bahkan mungkin ada di antara
kita yang sudah mulai bosan atau capek, karena Allah seolah ”berdiam diri” dan
”membisu”. Belajarlah dari Hana hari ini – TIDAK ADA KATA MENYERAH, meski semua
yang lain sudah menyerah.
APAKAH KITA
MAU BELAJAR SEPERTI HANA? Punya
SPIRIT yang LUAR BIASA.
UNTUK MENJADI
SEORANG BILLIONARE bukan hanya butuh personality yang baik, karunia yang hebat, kecerdasan yang luar biasa bahkan modal yang besar, TETAPI apakah kita ini ORANG yang PANTANG
MENYERAH??? Amin.
Tuhan Yesus
memberkati. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BILLIONAIRESERIES
Note:
Nehemia 1-2
Mazmur 133
Lukas 23
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored

No comments:
Post a Comment