BILLIONAIRE SERIES
Hari:
Senin,
15 Oktober
2018
#Billionare
#Talenta×KerjaKeras
TALENTA DAN KERJA KERAS
INTRO:
Jika Anda seorang bos dan Anda harus memilih orang dalam tim Anda, lebih memilih yang mana:
a. Orang yang
bertalenta hebat, atau
b. Orang yang
semangat bekerja keras?
Memilih
orang BERTALENTA atau PEKERJA KERAS?
Kita
bertumbuh pada dua cara pendidikan yang berbeda:
1. Dulu orang
mendorong anak-anaknya untuk melakukan apapun yang orang tua nya pikir baik.
Tidak peduli mereka suka atau tidak.
2. Jangan
mendorong anak-anak melakukan sesuatu yang mereka tidak mau. Kalau tidak cocok
ya tidak perlu.
Ada kata–kata:
DO WHAT YOU LOVE. Lakukan apa yang
kamu suka...
Tapi apakah sebuah kenyataan yang realistis bahwa kita bisa selalu menemukan
pekerjaan yang kita sukai? Realitasnya hanya beberapa persen saja orang bisa
menemukan pekerjaan sesuai dengan apa yang mereka suka.
Gallup research menemukan
fakta, di USA tahun 2015, hanya 31% yang merasa berhubungan dengan pekerjaan
mereka.
Ada beberapa
kategori:
1. Anda sudah
memiliki bisnis yang sedang berjalan, Anda
merasa on the right track.
2. Anda
merasa ini bukan track yang seharunya dijalani.
3. Anda tidak
tahu
harus kemana dan mulai dari mana.
BODY:
Baca: LUKAS
19:11-26
Cerita ini
membuat kita mengerti beberapa hal:
1. Setiap
kita mempunyai kemampuan/modal. 1 mina = 1/60 talenta. 1 talenta = 33kg, jika
dihitung di masa sekarang 1 talenta = 1,400,116 dollar. Jadi setiap kita
tercipta dengan kemampuan/modal.
2. Talenta
itu pemberian dari Tuhan.
KEMAMPUAN KU
BERASAL DARI TUHAN. Apapun itu. Tuhan yang ijinkan.
Lukas 19:13
kata-kata
berdaganglah, bersal dari kata pragmateuomai,
yang artinya: to busy oneself with
(menyibukkan diri dengan talenta ini), to
trade: untuk mengembangkan. Talenta itu harus dikembangkan dan
dikerjakan.
2011, seorang
Psychologi Chia-Juang Tsay menjelaskan ini juga tentang musik, yang menjelaskan
bahwa kebanyakan orang yang rajin berlatih dan kerja keras adalah kunci
kesuksesan. Chia-Juang Tsay juga melihat pengalaman dari enterpreneur-entrepreneur dan menemukan
bahwa yang bekerja keras membutuhkan beberapa tahun pengalaman lebih dan paling
tidak 40,000 USD
ketika memulai usahanya untuk bisa bersaing dengan yang bertalenta.
Bahkan lebih
sering, jika orang tersebut punya Talenta untuk membangun hubungan dengan
orang, mereka akan lebih berharga daripada seseorang yang berusaha keras untuk
membangun hubungan.
Benih
kemampuan ku berasal dari Tuhan, tetapi… berikutnya… “Kemampuan mengusahakan talenta juga dari Tuhan.”
- USAHA 2× LIPAT LEBIH BERHARGA daripada TALENTA, sesuatu yang orang yang kurang bertalenta temukan.
“Kemampuan
menguasahakan talenta juga dari Tuhan”. Ketika
Bill Clinton menaiki tangga politik untuk menjadi presiden, dia membuatnya
kelihatan seolah-olah
mudah sekali. Tetapi untuk Hillary Clinton, justru sangat berbeda, tidak pernah
gampang buat Hillary. Meskipun ini akhirnya dapat berakhir dengan baik buat
dia. “Usaha
bukan hanya akan menuntun kepada sebuah skill/kemampuan, tetapi juga menuntun
kepada hasil-hasil , yang membuat usaha dua kali lipat lebih penting daripada
talenta”
Anda
dapat melihatnya seperti sebuah persamaan: untuk dapat menentukan level skill Anda, Anda perlu membawa talenta Anda pada sebuah situasi dan
dikalikan (dikombinasikan) dengan jumlah kerja keras yang Anda lakukan.
Jadi
simpelnya: SKILL x
KERJA KERAS =PENCAPAIAN,
SKILL. Tetapi
ketika bicara soal mendapatkan hasil, maka Anda harus menaruh skill tersebut pada sebuah kesamaan. Dan
sekali lagi, hasilnya akan sangat bergantung kepada seberapa usaha (kerja
keras) yang Anda
lakukan. Jadi, SKILL
x KERJA
KERAS =
PENCAPAIAN. ***Contoh: John Irving
- Gol Besar vs Gol Pendek
Buat
gol-gol pendek, maka Anda
akan dapat melihat gol jangka panjang dan membuat mimpi Anda jadi kenyataan. Pepatah kuno berkata bahwa kita
harus (do what you love) melakukan pekerjaan
yang kita suka. Tetapi lebih penting lagi, kita perlu berkata: Kita perlu tetap
berkomitmen melakukan apa yang kita suka. Memberikan diri Anda setiap hari sedikit-sedikit terus melakukan apa yang
kita suka adalah sebuah cara yang baik untuk menolong Anda bekerja keras dikit demi
sedikit. ***Contoh: Tom Seaver
- Memilih pekerjaan yang Anda sukai, tapi tetap REALISTIS
“Penting
menemukan pekerjaan yang Anda
sukai, tetapi jangan sampai memiliki harapan yang tidak masuk akal jadi
penghalang”. Di tahun 2014, Gallup Poll menyatakan bahwa 2/3 dari pekerja
di US tidak merasa termotivasi mengerjakan pekerjaannya, sebagian orang
menemukan bahwa pekerjaannya itu membosankan. Bahkan, hanya 13% dari pekerja-pekerja
itu yang merasa semangat dan menjiwai pekerjaannya. Di tahun 2003, seorang
psychology Mark Allen Morris melakukan interview beberapa pekerja US dan
menemukan hasil yang mengkonfirmasi bahwa orang itu sangat bahagia ketika orang
itu menemukan titik temu pekerjaannya dengan kesukaannya.
Contoh:
Yang menarik, seorang psychology Barry Schwartz memberikan konseling kepada
murid-murid di Pennsylvania Swarthmore College selama 45 tahun, dan dia menemukan bahwa
generasi-generasi saat ini adalah orang-orang yang khususnya memiliki harapan-harapan
yang tidak realistis terhadap kesempatan bekerja. Barry menemukan bahwa hal yang tidak
praktis seringkali jadi mimpi baik untuk pekerjaan dan kehidupan cinta generasi
ini. Ketika bicara soal pekerjaan dan cinta, Barry menemukan generasi dewasa
muda di jaman ini membayangkan dan mengharapkan bahwa akan ada satu orang yang
sempurna yang menunggu mereka, baik dalam hal cinta dan juga
pekerjaan. Justru bagi generasi jaman sekarang perlu tahu, bahwa realitasnya adalah ada
begitu banyak pekerjaan-pekerjaan dan pasangan yang disekitar Anda yang akan jadi justru baru dasar
dari sebuah hubungan yang sukses atau karir yang sukses.
- Bekerja keras dengan BIJAK.
“Kemampuan
menguasahakan talenta juga dari Tuhan.” Bekerja keras dengan bijak, dan
janganlah terjebak dalam autopilot. Jika Anda harus berusaha mengerjakan yang
harus Anda
kerjakan, Anda
tau banyak orang hanya bekerja keras saja tanpa berstrategi. Jika itu yang Anda lakukan itu akan membuat Anda kecewa besar. Pada kenyataannya berusaha dan
bekerja keras bisa jadi buang waktu jika Anda
tidak mengerjkannya dengan bijak.
Orang
yang mengusahakan kemampuannya memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk
bisa jadi sukses dalam menemukan sebuah skill daripada orang yang tidak
mengusahakan nya sama sekali.
Efesus 5:15
(bis)
“Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan
hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak.”
***Contoh:
Atlet
Memperhatikan
dengan seksama latihan dan bagaimana evaluasi diri memberikan 3 keuntungan:
a. Menjauhkan
kita dari gaya autopilot,
b. Menghindarkan
kita dari pengulangan-pengulangan yang tidak penting.
c. Memberikan
hasil yang luar biasa.
*** Contoh :
Ericson
Pengalaman
saja tidak membuat orang jadi lebih baik, tetapi pengalaman yang dievaluasi
yang membuat orang jadi lebih baik.
CONCLUSION:
Benih
kemampuanku berasal dari Tuhan, tetapi… berikutnya… “Kemampuan menguasahakan talenta
juga dari Tuhan.”
Tuhan Yesus
memberkati. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BILLIONAIRESERIES
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Nehemia 13
Maleakhi 1-2
Kisah Rasul
19
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
(Diambil
dari Warta Komsel 14 Oktober 2018)

No comments:
Post a Comment