Sunday, 7 July 2019

7 Juli 2019


LAMBE TURAH
Morning with Jesus
Minggu 7 Juli 2019.
#I'M ALIVE
#LAMBEHTURAHpart1

LAMBE TURAH – PART 1 – “Kapan?”
Intro: Setiap hari kita pasti berbicara, dan mendengar orang lain berbicara. Kata-kata punya kuasa yang besar, bisa menghancurkan atau membangun orang. Nah, sebagai orang Indonesia, ada beberapa hal dan kebiasaan berkata-kata yang sering dilakukan, dan dampaknya bisa bermacam-macam.

Salah satu hal yang SANGAT SERING ditanyakan orang Indonesia adalah: KAPAN?
“Kapan Nikah?” ; “Kapan ngisi?” ; “kapan anak kedua?” ; “Kapan yang ketiga, keempat, keseratus?”
“Kapan anak cowok?” “Kapan anak cewek?”
Jangan-jangan pas di acara kematian juga nanya “Kapan nyusul?”

Seringkali, tidak kita sadari bahwa pertanyaan “KAPAN” dan kawan-kawannya ini tadi, bisa menjadi sesuatu yang sensitive untuk orang.

Amsal 18:21 (BIS) Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya.

Ada beberapa hal yang membuat kita, atau orang lain sering melontarkan pertanyaan-tanyaan “KAPAN” ini:
(1) Basa basi.
Kadang saat ketemu orang, kita mau menanyakan kabarnya, tapi kita tidak tahu harus tanya apa. Dan juga sebaliknya sebenarnya—kadang orang mau menanyakan kabar kita, tapi tidak tahu harus tanya apa.

(2) Tidak tahu mau ngomong apa.
Sedikit berkaitan dengan basa basi tadi. Kita bingung topik apa yang harus kita keluarkan lagi, sehingga akhirnya ujung-ujungnya ya ke pertanyaan-pertanyaan “kapan” tadi. Sama juga sebaliknya—orang mau ngobrol sama kita, ngga tau topik apa lagi yang harus dikeluarkan, ujung-ujungnya lari ke sana lagi.


(3) Kebiasaan budaya “keakraban”.
“Pada masyarakat komunal (yang nampaknya guyub, dekat), batas-batas antara kehidupan pribadi dan kehidupan sosial sering kali kabur, bahkan tidak berbatas”. (artikel CNN Indonesia 5 Juni 2019)

Tapi kebenarannya adalah, kita bukan hanya ikut budaya mana. Kita punya budaya yang harus kita junjung – the Kingdom Culture, budaya Kerajaan Sorga.

Kolose 4:6 BIS
Hendaklah hal-hal yang kalian ucapkan selalu menyenangkan dan menarik. Hendaklah kalian tahu bagaimana seharusnya kalian menjawab pertanyaan-pertanyaan orang.
Lebih jelas, APA YANG BISA KITA LAKUKAN menghadapi ini semua?

1. Ingat bahwa semua orang punya cerita kehidupan
Kita tidak pernah tau apa yang sedang orang lain alami. Kadang ada deeper issues yang mungkin tidak kita ketahui. Sehingga, bijak-bijaklah dalam berhubungan dengan orang.
Bukan berarti lantas setelah ini kita jadi semakin takut dan semakin sungkan untuk connect sama orang. That’s not the point at all.
Ini dibahas bukan supaya kita makin menjauh dari sesama. Tapi justru mempraktekkan firman Tuhan

“Mengasihi sesama seperti diri kita sendiri” (Matius 22:39) ; dan Lukas 6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Mazmur 37:30-31

Untuk yang sering menanyakan: Setiap orang punya kondisi hidup yang mungkin kita tidak ketahui. Jadilah bijak dan berhati-hati.

Amsal 15:28

Untuk yang sering di-tanyai:
Pahami bahwa orang yang me-nanyai kita mungkin lagi nggak tau harus ngomong apa, atau sedang belajar untuk mencari topik mungkin. Berbesar hati saja. Toh itu juga bagian dari melakukan firman Tuhan.

2. Perluas kosakata kita
Cari topik yang luas, baca majalah/artikel, liat berita, liat YouTube, liat TV, dst dst. Kalau ga tau mau ngomong apa, mungkin bisa tanyakan current issues haha…

- Untuk yang sering me-nanyakan: Berusaha cari topik yang luas

- Untuk yang sering DI-tanya-i: Siapkan jawaban yang santai aja.

Amsal 16:24 ; Amsal 18:4


3. Jika memang bertanya, tanyalah karena kita sungguh peduli dan ingin mendoakan
Amsal 15:23

Kepedulian tidak dikatakan, tapi dilakukan dan dirasakan. Orang sering berkata “People don’t care how much you know until they know how much you care”—Orang tidak peduli seberapa banyak anda tahu, sampai mereka tahu seberapa banyak anda peduli.

Amsal 12:18
Kepedulian anda, doa anda, punya dampak luar biasa dalam kehidupan orang.

Sekali lagi, topik ini dibahas bukan supaya kita semakin menjaga jarak dengan orang lain. Tapi justru supaya kita makin memiliki hubungan yang semakin baik dan semakin meaningful (berarti) dengan sesama di sekitar kita. Sehingga, “mengasihi sesama seperti diri kita sendiri” semakin terpancar. Dan pesan Yesus di Yohanes 13:35 “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” makin terpancar melalui hidup, perkataan, dan perbuatan kita.


DISKUSI:
1.         Apa yang Tuhan katakan kepada kita? Perintah apa yang harus kita lakukan?
2.         Dari kotbah ini, apa yang harus kita rubah dari hidup kita? Pertobatan apa yang harus terjadi?
3.         Kebiasaan apa yang perlu mulai anda bangun dari hari ini? Mengapa kebiasaan tersebut perlu anda bangun?
4.         Komitmen apa yang mau anda lakukan selama minggu ini berkaitan dengan kebiasaan yang baik?


Tuhan Yesus memberkati

#Bible Messages
#BuildingABetterYou
#lonely less series

Note:  jangan lupakan  pembacaan Alkitab kita hari ini:
Kitab 1Raja raja 8
Hosea 9:17- & 10:1-15
Markus 14:1-31


#LoveGod
#LovePeople
#love the bible
#impacting marketplace
#happysunday
#happyservinggod


Noted: bahan warta komsel 7 juli 2019.
#church4sinners

No comments:

Post a Comment