Wednesday, 24 July 2019

24 Juli 2019


LAMBE TURAH

Morning with Jesus.
Rabu 24 Juli 2019.
#I'MALIVE.
#LAMBETURAHpart3.

Mazmur 141:3-4
“Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mzm 141:3)

Menjaga Mulut dan Hati

Tanpa kita sadari, seringkali kita mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Banyak perkataan kita yang sebenarnya kurang pantas diucapkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai orang percaya. Banyak kata-kata yang tidak perlu namun sering keluar dari lidah dan bibir kita. Oleh karena itu tidak heran pemazmur berseru kepada Tuhan agar Tuhan mengawasi mulutnya, dan berjaga pada pintu bibirnya (ay. 3).

Tentu jika kita renungkan, hal ini sangatlah benar. Kita memang memiliki kuasa penuh atas lidah dan bibir kita. Namun, sering kali dalam hidup sehari-hari kita, banyak perkataan yang tidak perlu yang keluar dari mulut kita. Perkataan tersebut tidak membangun, bahkan cenderung tidak memberkati orang yang mendengarnya.

Sebenarnya, ada kaitan yang sangat erat antara mulut dan hati kita. Tuhan Yesus pernah berkata bahwa segala sesuatu yang keluar dari mulut (perkataan kita) keluar dari hati kita, dan cukup banyak perkataan kita yang justru adalah perkataan yang "jelek” alias perkataan yang tidak membangun (Mat 15:18). Oleh karena itu, memang baik jika kita meminta Tuhan menjaga mulut kita, tetapi akan lebih baik lagi jika kita meminta Tuhan menjaga hati kita.

Oleh karena itu, dalam ayat selanjutnya pemazmur mengutarakan keinginannya kepada Tuhan agar Tuhan menjaga hatinya, dan tidak mencondongkan hatinya kepada hal-hal yang jahat (ay. 4a).
Pemazmur tidak ingin ia melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik/yang jahat, bersama-sama dengan mereka yang suka melakukan kejahatan (ay. 4b). Bahkan pemazmur ingin agar ia jangan sampai mengecap (dengan kata lain dapat diartikan mencicipi) hal-hal sedap yang mereka nikmati (ay. 4c).
Pemazmur ingin agar hatinya selalu bersih. Dan satu-satunya cara agar hati kita tidak condong kepada yang jahat, adalah dengan cara mencondongkan hati kita kepada Tuhan. Selama kita mencondongkan hati kita kepada Tuhan, maka kita akan senantiasa fokus kepada Tuhan, fokus melakukan kehendak Tuhan, dan fokus kepada bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Berapa banyak perkataan sia-sia?
Sudah seharusnya perkataan kita adalah perkataan yang membangun, yang sesuai dengan Firman Tuhan yang menjadi berkat bagi setiap orang yang mendengarnya. Ada baiknya kita mengevaluasi hati kita, apakah sudah ada Roh Kudus di dalam hati kita? Atau justru Roh Roh lain yang ada di dalam hati kita?
Amin.

LIDAH KITA ADALAH PENA BAGI ORANG-ORANG DISEKITAR KITA DAN DIRI KITA

Tuhan Yesus memberkati.

#Bible Messages
#BuildingABetterYou
#lambeturahseries

Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
Kitab 2 Raja-Raja 4
Amos 9
1 Korintus 11:1-16.

#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#impactingmarketplace

No comments:

Post a Comment