Unity Series
Hari: JUMAT, 22 JUNI 2018
#WhenIFall
Sebab itu
siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan
jatuh!
--1
Korintus 10:12
Bagaimanakah
kita seharusnya menanggapi kegagalan teman kita/diri kita sendiri? Kita dapat
memulainya dengan memperhatikan diri sendiri, “Tetaplah waspada pada kenyataan bahwa tempat di mana seseorang JATUH,
orang lain mungkin jatuh juga . . . . Ketidakwaspadaan melipatgandakan
kelemahan kita.”
Paulus mengingatkan untuk menyadari kerapuhan diri kita
sendiri ketika kita melihat dosa-dosa orang lain. Setelah menyatakan
ketidaktaatan bangsa Israel di padang gurun (1 Kor 10:1-5), Paulus mendesak
para pembaca suratnya untuk belajar dari dosa-dosa tersebut supaya mereka tidak
mengulangi kesalahan yang sama (ay. 6-11). Paulus tidak memusatkan
perhatian pada kegagalan-kegagalan masa lalu, tetapi pada keangkuhan masa kini
ketika ia menulis, “Sebab itu siapa yang
menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” (1 Kor 10 :12)
Kecongkakan
mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului KEJATUHAN --Amsal 16:18.
Tuhan MASIH MEMBERI kepada kita untuk BANGKIT.
“Sebab
TUJUH KALI orang benar JATUH, namun ia BANGUN KEMBALI, tetapi orang fasik akan
roboh dalam bencana” (Amsal 24:16).
Apa yang harus kita lakukan:
1) Hampiri
ANUGERAH Tuhan sebab dalam ANUGERAH Tuhan
ada PENERIMAAN, KASIH
KARUNIA, KEBANGKITAN dan PEMULIHAN.
2) Tuhan
sanggup MENGANGKAT hidup kita.
3) Punyai
orang-orang disekitar kita (KOMUNITAS
SEL yang MEMBANGUN, MENGUATKAN
dan MENDOAKAN) untuk MENOPANG kita sehingga PEMULIHAN BISA TERJADI.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
PL:
2 Raja-Raja 8-9 dan 2 Tawarikh 21
PB:
1 Timotius
4
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored

No comments:
Post a Comment