Shalom! Saya percaya kabar saudara-saudara
sekalian luar biasa, amin! Saya berdoa supaya setiap saudara-saudara sekalian
memiliki hubungan yang semakin intim dengan Tuhan di akhir zaman ini.
Hadirat
Tuhan secara pribadi menurut saya, adalah sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu
yang tidak dapat saya lihat secara mata jasmani, namun dapat saya rasakan
melalui hati dan jiwa saya. Saya sangat rindu, bahkan sangat teramat rindu
untuk mengalami lawatan hadiratNya. Bukan hanya satu atau dua kali, namun
setiap hari. Bukan karena saya cukup layak atau kudus, namun saya rindu untuk
terus berada di dalam kuasa hadirat-Nya. “Aku mencari Engkau, jiwaku haus
kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada
berair.” (Mazmur 63:2).
Dan
kerinduan saya bukan hanya saya saja yang mengalami lawatan hadiratNya namun
generasi ini juga mengalaminya. Saya tidak punya teori khusus tentang bagaimana
mengalami hadirat Tuhan. Yang saya tahu, ketika hati saya rindu, Ia pasti akan
datang melawat saya. Kuncinya hanya hati yang rindu. Dia bukan Allah yang
terlalu jauh, “mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.”
(Yakobus 4:8a)
Jika
ada di antara kita mengalami kekeringan rohani, cepatlah kembali kepada hati
yang rindu akan hadiratNya. Saya percaya, Ia adalah Allah yang terlebih rindu
untuk melawat kita. Ini adalah janji Tuhan bagi setiap pribadi yang rindu untuk
dipulihkan hubungan pribadinya dengan Tuhan: “Aku akan memberikan mereka hati
yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan
dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat.”
(Yehezkiel 11:19)
Jangan
pernah capai dalam mengikut Tuhan, jika hari-hari ini banyak proses yang harus
kita alami dan itu membuat hati kita hancur, Ia peduli dengan perasaan kita.
“Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap,
TUHAN akan menjadi terangku.” (Mikha 7:8)
Back
to Him, to His presence. He always waits you. Jesus bless you.
No comments:
Post a Comment