Sunday, 19 February 2012

19 Februari 2012



19 Pebruari
Mengantisipasi jerat kehidupan:
1.      “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7) “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6) Sebab Tuhan bertanggung jawab atas hidup kita.
2.      “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:21)
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:5-10). Cara hidup jemaat yang pertama adalah bertekun dan sehati, mereka “ memecahkan roti” di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati (Kisah Para Rasul 2:41-47). Sudahkan saudara tertanam dalam komunitas sel untuk “berbagi, menguatkan, membangun, mendoakan satu dengan yang lain, dengan gembira, dan tulus”?

Respon
Iya Ibu, saya sangat bersyukur kepada Tuhan yang sudah begitu baik dengan menuntun saya untuk tertanam di komunitas sel, sehingga saya boleh merasakan ada berkat dan sukacita setiap kali berkomunitas dan saya percaya hidup berkelompok itu memang sangatlah indah Ibu! Terima kasih banyak Ibu, berkat sukacita Tuhan melimpah atas Ibu dan juga keluarga terkasih! Amin.

No comments:

Post a Comment