Morning with Jesus
13 Januari 2019
#I'M ALIVE
#Markerplacepart 2
#Markerplacepart 2
Intro:
Pernahkah Anda ragu dengan pekerjaan yang Anda lakukan? Pernahkah Anda ragu untuk menjadi berhasil dan di berkati? Boleh atau tidak. Beberapa ragu kalau hidupnya harus berdampak, bersosial atau tidak. Dan mendengar 2019 – I Am Alive, beberapa ragu, dan mungkin bertanya, apa kita harus?
Pernahkah Anda ragu dengan pekerjaan yang Anda lakukan? Pernahkah Anda ragu untuk menjadi berhasil dan di berkati? Boleh atau tidak. Beberapa ragu kalau hidupnya harus berdampak, bersosial atau tidak. Dan mendengar 2019 – I Am Alive, beberapa ragu, dan mungkin bertanya, apa kita harus?
“Keraguan sering membuat kemunduran seseorang.”
Ternyata, keragu2an
kita soal berhasil, di berkati, bekerja, berdampak, bersinar di Marketplace,
bisa di sebabkan oleh sebuah perdebatan yang dulu pernah ada, yaitu perdebatan antara: “Hal Rohani” dan “Hal Sekuler”. Sebab, masih ada orang
beranggapan bahwa berada di marketplace menggarami budaya, adalah hal yang
negative. Bagi beberapa orang, tantangan anak Tuhan adalah marketplace. Seolah
olah: “Kita” versus “Mereka/Dunia”
Yang terjadi, orang perang ayat Alkitab:
Kelompok A,
kumpulan ayat Alkitab A, contoh:
-1 Yoh 5:19, “…kita berasal dari Allah, dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” – jadi jangan berani-berani ada di tengah dunia (marketplace)
-Yoh 14:30; 16:11 Iblis adalah “penguasa dunia ini” – ada di marketplace artinya berkawan dengan iblis.
-Dunia tidak kenal anak-anak Tuhan (1 Kor 1:21; Yoh 17:25)
-Anak Tuhan tidak boleh suka hal-hal dunia (1 Yoh 2:15)
- Yakobus berkata, siapa pun yang berkawan dengan dunia ini, menjadikan dirinya musuh Allah (Yak 4:4)
-1 Yoh 5:19, “…kita berasal dari Allah, dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” – jadi jangan berani-berani ada di tengah dunia (marketplace)
-Yoh 14:30; 16:11 Iblis adalah “penguasa dunia ini” – ada di marketplace artinya berkawan dengan iblis.
-Dunia tidak kenal anak-anak Tuhan (1 Kor 1:21; Yoh 17:25)
-Anak Tuhan tidak boleh suka hal-hal dunia (1 Yoh 2:15)
- Yakobus berkata, siapa pun yang berkawan dengan dunia ini, menjadikan dirinya musuh Allah (Yak 4:4)
Kelompok B,
kumpulan ayat Alkitab B, contoh:
- Yoh 3:16, “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia mengaruniakan anak Nya yang tunggal”
-“Tuhan tidak mengutus anak-Nya untuk menghukum dunia, tetapi untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:17)
-Yesus adalah terang dunia (Yoh 8:12)
-2 Kor 5:19 – Tuhan, melalui Kristus, mendamaikan dunia dengan dirinya.”
- Yoh 3:16, “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia mengaruniakan anak Nya yang tunggal”
-“Tuhan tidak mengutus anak-Nya untuk menghukum dunia, tetapi untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:17)
-Yesus adalah terang dunia (Yoh 8:12)
-2 Kor 5:19 – Tuhan, melalui Kristus, mendamaikan dunia dengan dirinya.”
Sehingga, yang terjadi:
Waktu muncul ide
membedakan “Secular” VS “Rohani” , akibatnya:
A. Orang Kristen bergumul dengan pola pikir “KUDUS” VS “Sekuler/Duniawi”.
Bagi banyak anak Tuhan, apa pun yang ada di dunia ini (kerja, bisnis, marketplace budaya, trend) itu setan, duniawi dan harus di hindari. Tuhan tidak punya ketertarikan/kesenangan waktu kita ada di dunia. Untuk menjadi orang Kristen yang sejati, harus fokus pada hal-hal yang rohani (doa, menginjil, baca alkitab) dan MENGABAIKAN semua hal yang sekuler (kerja, skill, produktif). Pola pikir “KUDUS” VS “Sekuler/Duniawi” berkata, “Pekerjaan kita, profesi kita di Marketplace tidak penting; sebab Tuhan hanya tertarik pada hidup rohani kita!”
A. Orang Kristen bergumul dengan pola pikir “KUDUS” VS “Sekuler/Duniawi”.
Bagi banyak anak Tuhan, apa pun yang ada di dunia ini (kerja, bisnis, marketplace budaya, trend) itu setan, duniawi dan harus di hindari. Tuhan tidak punya ketertarikan/kesenangan waktu kita ada di dunia. Untuk menjadi orang Kristen yang sejati, harus fokus pada hal-hal yang rohani (doa, menginjil, baca alkitab) dan MENGABAIKAN semua hal yang sekuler (kerja, skill, produktif). Pola pikir “KUDUS” VS “Sekuler/Duniawi” berkata, “Pekerjaan kita, profesi kita di Marketplace tidak penting; sebab Tuhan hanya tertarik pada hidup rohani kita!”
B. Orang Kristen
berpikir, iman itu hanya untuk kehidupan pribadi di akhir pekan, dan tidak
untuk di tunjukkan di kehidupan sehari hari dari Senin – Sabtu. Akhirnya Pola
pikir “Kudus” VS “Sekuler/Duniawi” membatasi kuasa Tuhan bekerja dalam kita, di
kehidupan kita sehari hari. Dan apa yang kita terima di hari Minggu, tidak bisa
di praktikkan di Senin –Jumat.
Bahayanya pola
pikir ini adalah:
Kita akan jadi orang percaya yang “hatinya” duniawi, tapi berpikir “kita selamat”. Itu sebabnya, 1 Kor 2:16 berkata, kita perlu memiliki “pikiran Kristus”!
Kita akan jadi orang percaya yang “hatinya” duniawi, tapi berpikir “kita selamat”. Itu sebabnya, 1 Kor 2:16 berkata, kita perlu memiliki “pikiran Kristus”!
Kenapa? Karena
Sejarah memberi tahu kita, munculnya pola pikir bahwa kerja itu kerja; Tuhan ya Tuhan. Tidak bisa di satukan. Padahal ini adalah konsep yang
salah.
I. SEJARAH
PERGUMULAN
Munculnya Pola Pikir “KUDUS” VS “Duniawi/Sekuler”, 2000 tahun lalu di kemukakan oleh Plato. Filsuf seperti: Plato, Homer, Socrates, Aristotle, memberi pengaruh kepada dunia, tentang cara pandang dan cara hidup manusia. Mereka mengajarkan logika, kebenaran, keindahan. Tapi, mereka ini orang-orang yang tidak percaya Yesus dan banyak doktrin mereka, tidak sesuai dan tidak searah dengan Firman Tuhan. Plato pada dasarnya mengajarkan bahwa hal-hal yang ada di dunia ini, materi-materi yang ada di dunia ini adalah hal yang buruk dan jahat. Hanya yang tidak kelihatan, istilahnya – “hal rohani” itu yang baik, superior dan kekal.
Munculnya Pola Pikir “KUDUS” VS “Duniawi/Sekuler”, 2000 tahun lalu di kemukakan oleh Plato. Filsuf seperti: Plato, Homer, Socrates, Aristotle, memberi pengaruh kepada dunia, tentang cara pandang dan cara hidup manusia. Mereka mengajarkan logika, kebenaran, keindahan. Tapi, mereka ini orang-orang yang tidak percaya Yesus dan banyak doktrin mereka, tidak sesuai dan tidak searah dengan Firman Tuhan. Plato pada dasarnya mengajarkan bahwa hal-hal yang ada di dunia ini, materi-materi yang ada di dunia ini adalah hal yang buruk dan jahat. Hanya yang tidak kelihatan, istilahnya – “hal rohani” itu yang baik, superior dan kekal.
Sejak itu, Plato
mengemukakan theory Pola Pikir “Kudus” Vs “Duniawi/Sekuler”. Masuk ke Abad Pertengahan, pola pikir dan
pandangan Plato ini masuk ke Gereja, sehingga gereja pun mulai menekankan:
-Doa dan Meditasi, itu berurusan dengan hal
yang tidak kelihatan, itu rohani; itu kudus dan baik. Sedangkan, bekerja,
manual labor, ordinary work, itu urusannya dengan hal yang kelihatan, material;
itu duniawi dan jahat. Perhatikan, cara pikir ini bukan berasal
dari Alkitab/Firman Tuhan, tapi dari Plato.
-Pernikahan, apalagi sex, itu duniawi, itu
jahat. Yang mau kudus, harus celibacy (tidak menikah, tidak kenal sex)
-Kalau mau benar-benar komit kepada Tuhan,
tidak boleh kerja di “sekuler”, harus menjadi full time pelayan Tuhan (bahkan
ada di biara, menjauhkan diri dari dunia)
II. PERUBAHAN DI
MULAI
Ketika paham pengajaran Plato mulai merebak. Rasul Paulus, mulai menulis, lewat Kisah Para Rasul 17:24, 26
Ketika paham pengajaran Plato mulai merebak. Rasul Paulus, mulai menulis, lewat Kisah Para Rasul 17:24, 26
A. PAULUS MULAI
DENGAN PENCIPTAAN
Surga dan Bumi, diciptakan oleh Tuhan. Kenapa kita menyebut, surga yang tidak kelihatan itu baik, tapi bumi/dunia yang kelihatan itu buruk? Paulus ingin menyadarkan bahwa ada sebuah tujuan bagi anak Tuhan ketika Tuhan tempat di dunia ini. Dari sejak awal manusia di ciptakan, kita di ciptakan dengan kemampuan untuk menaklukkan bumi dan berkuasa! Tuhan menempatkan kita di dunia ini, menebus hidup kita, supaya kita menaklukkan bumi & berkuasa – untuk bekerja dan bersinar dalam masyarakat! (Kisah Para Rasul 17:29).
Surga dan Bumi, diciptakan oleh Tuhan. Kenapa kita menyebut, surga yang tidak kelihatan itu baik, tapi bumi/dunia yang kelihatan itu buruk? Paulus ingin menyadarkan bahwa ada sebuah tujuan bagi anak Tuhan ketika Tuhan tempat di dunia ini. Dari sejak awal manusia di ciptakan, kita di ciptakan dengan kemampuan untuk menaklukkan bumi dan berkuasa! Tuhan menempatkan kita di dunia ini, menebus hidup kita, supaya kita menaklukkan bumi & berkuasa – untuk bekerja dan bersinar dalam masyarakat! (Kisah Para Rasul 17:29).
B. PAULUS BICARA
SOAL KEJATUHAN
Paulus juga ingin menjelaskan:
Hal yang baik pun, bisa di salah gunakan untuk melakukan dosa, kejahatan dan keburukan, bahkan kegiatan ibadah pun bisa di pakai untuk melakukan kejahatan. Yang membedakan antara yang baik dan yang jahat , sering kali di batasi oleh sebuah pembatas yang begitu sederhana, yaitu: MOTIVE of the HEART! (MOTIVASI HATI) (Kisah Para Rasul 17:30).
Paulus juga ingin menjelaskan:
Hal yang baik pun, bisa di salah gunakan untuk melakukan dosa, kejahatan dan keburukan, bahkan kegiatan ibadah pun bisa di pakai untuk melakukan kejahatan. Yang membedakan antara yang baik dan yang jahat , sering kali di batasi oleh sebuah pembatas yang begitu sederhana, yaitu: MOTIVE of the HEART! (MOTIVASI HATI) (Kisah Para Rasul 17:30).
C. PAULUS BICARA
SOAL PENEBUSAN
Paulus mengingatkan bahwa Penebusan itu BUKAN Penyingkiran. Penebusan itu artinya Pembetulan apa yang sudah rusak dan hancur, dipulihkan kepada tujuan asli yang Tuhan maksudkan! Membawa kemuliaan bagi nama Tuhan! Penjelasan Paulus ini yang di kenal sebagai: The Christian worldview!
Paulus mengingatkan bahwa Penebusan itu BUKAN Penyingkiran. Penebusan itu artinya Pembetulan apa yang sudah rusak dan hancur, dipulihkan kepada tujuan asli yang Tuhan maksudkan! Membawa kemuliaan bagi nama Tuhan! Penjelasan Paulus ini yang di kenal sebagai: The Christian worldview!
III. PERUBAHAN DI
LANJUNTUKAN
Penjelasan Paulus membuka pikiran begitu banyak orang. Termasuk Bapa2 Gereja Reformasi. Dan mereka ingin sekali MENGUBAH jebakan Pola Pikir “Kudus” Vs “Sekuler/Duniawi”
Penjelasan Paulus membuka pikiran begitu banyak orang. Termasuk Bapa2 Gereja Reformasi. Dan mereka ingin sekali MENGUBAH jebakan Pola Pikir “Kudus” Vs “Sekuler/Duniawi”
contoh:
-Martin Luther akhirnya mengajarkan soal “Priesthood of all believers!”
Artinya: semua anak Tuhan adalah Imamat yang Rajani. Di mana pun kita berada, bekerja, berkarya, kita adalah kepanjangan tangan Tuhan, menjadi Imamnya Tuhan, untuk memuliakan nama Tuhan!
-Martin Luther akhirnya mengajarkan soal “Priesthood of all believers!”
Artinya: semua anak Tuhan adalah Imamat yang Rajani. Di mana pun kita berada, bekerja, berkarya, kita adalah kepanjangan tangan Tuhan, menjadi Imamnya Tuhan, untuk memuliakan nama Tuhan!
-Tuhan Yesus juga
berdoa
Yohanes 17:15 Yesus berdoa: “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.” John Calvin, menyadari pengajaran Paulus dan hati Yesus, dia mengajarkan: “Professional Work Ethic” (Etika Kerja Profesional).
Yohanes 17:15 Yesus berdoa: “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.” John Calvin, menyadari pengajaran Paulus dan hati Yesus, dia mengajarkan: “Professional Work Ethic” (Etika Kerja Profesional).
Di mana, setiap orang percaya harus melayani Tuhan di berbagai area masyarakat
dan di berbagai area yang ada. Sebagaimana kita dengan setia
menjalankan tugas dan tanggung jawab, kita sedang melakukan yang namanya MANDAT
BUDAYA, dengan berada di budaya, membangun budaya dan membangun peradaban serta
membawa nilai Kristus di mana pun kita berada!!!
IV. WHAT TO DO
Apa yang harus kita lakukan??
Apa yang harus kita lakukan??
1. Ingatlah Bahwa
Tuhan memberi kita Mandat Budaya
Kejadian 1:28
Dua Makna ayat ini:
a. BANGUN DUNIA SOCIAL – dengan nilai Tuhan
b. MAKSIMALKAN DUNIA KITA – dengan hasil kerja kita
Kejadian 1:28
Dua Makna ayat ini:
a. BANGUN DUNIA SOCIAL – dengan nilai Tuhan
b. MAKSIMALKAN DUNIA KITA – dengan hasil kerja kita
2. Yesus adalah
Contoh Terbaik
-Yesus tidak takut untuk menjadi relevant terhadap budaya dan masyarakat
-Yesus mau berjumpa dengan orang2 yang di anggap kotor, dosa.
-Yesus di tuduh “duniawi” ketika dia ada di dunia, berjumpa dengan orang2 berdosa.
-Yesus tidak takut untuk menjadi relevant terhadap budaya dan masyarakat
-Yesus mau berjumpa dengan orang2 yang di anggap kotor, dosa.
-Yesus di tuduh “duniawi” ketika dia ada di dunia, berjumpa dengan orang2 berdosa.
3. Menjadi Relevant
Untuk memberi pengaruh bagi dunia ini, bukan hanya kita perlu kekuatan rohani, berani mengakui iman dan percaya kita, tapi juga kita perlu menjadi relevan.
Untuk memberi pengaruh bagi dunia ini, bukan hanya kita perlu kekuatan rohani, berani mengakui iman dan percaya kita, tapi juga kita perlu menjadi relevan.
Apa itu relevant:
a. Memiliki kualitas hidup yang baik (baik dari cara kita mengatur waktu, tenaga, keuangan, pekerjaan, keluarga, hubungan)
b. Menyadari kebutuhan manusia di sekitar. Dan berani menjadi jawaban bagi kebutuhan orang yang ada di sekitar kita.
a. Memiliki kualitas hidup yang baik (baik dari cara kita mengatur waktu, tenaga, keuangan, pekerjaan, keluarga, hubungan)
b. Menyadari kebutuhan manusia di sekitar. Dan berani menjadi jawaban bagi kebutuhan orang yang ada di sekitar kita.
CONLUSION
Dari sejak awal manusia di ciptakan, kita di ciptakan dengan kemampuan untuk menaklukkan bumi dan berkuasa! Tuhan menempatkan kita di dunia ini, menebus hidup kita, supaya kita menaklukkan bumi & berkuasa – untuk bekerja dan bersinar dalam masyarakat!
Oleh karena itu:
1. Pegang baik2 bahwa Tuhan memberi kita MANDAT BUDAYA
2. YESUS adalah contoh terbaik
3. Menjadi pribadi yang relevant.
Dari sejak awal manusia di ciptakan, kita di ciptakan dengan kemampuan untuk menaklukkan bumi dan berkuasa! Tuhan menempatkan kita di dunia ini, menebus hidup kita, supaya kita menaklukkan bumi & berkuasa – untuk bekerja dan bersinar dalam masyarakat!
Oleh karena itu:
1. Pegang baik2 bahwa Tuhan memberi kita MANDAT BUDAYA
2. YESUS adalah contoh terbaik
3. Menjadi pribadi yang relevant.
Amin
Tuhan Yesus
memberkati.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#Marketplaceseries
#BuildingABetterYou
#Marketplaceseries
Note:
Jangan lupakan
pembacaan alkitab kita hari ini:
Kejadian 20
Mazmur 13
Lukas 11:29-54
Kejadian 20
Mazmur 13
Lukas 11:29-54
#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#I'm A live
#happysunday
#happyservinggod
Noted: bahan warta komsel 13 Januari 2019.
#church4sinners
No comments:
Post a Comment