Sunday, 19 August 2018

19 Agustus 2018

Straight Up Series






Hari: Minggu, 19 Agustus 2018
#IMFAVORED
#MYFRIENDSMYFUTURE
Pengkhotbah 4:9-10 (TB), Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!


Di ayat 9b Pengkhotbah menjelaskan alasan mengapa berdua lebih baik daripada seorang diri: “karena mereka akan menerima upah yang baik dalam jerih-payah mereka”. Yang menarik dari alasan ini adalah ungkapan “upah yang baik”. Pengkhotbah tidak membahas tentang upah yang (lebih) banyak. Ini bukan masalah jumlah harta yang bisa didapat dengan mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Ada hal lain yang sedang dimaksud pengkhotbah dengan “upah yang baik”.

Pengkhotbah selanjutnya memberikan beberapa contoh konkrit tentang upah yang baik (ayat 10-12a). Yang pertama adalah memberikan pertolongan (ayat 10). Perjalanan bisnis pada jaman dahulu seringkali memakan waktu yang sangat lama dan melewati perjalanan yang kurang aman.. Daerah pegunungan selalu menjadi rute tidak terelakkan sekaligus mengundang banyak bahaya. Salah satunya adalah jurang dan lubang yang dalam. Ketika seseorang bepergian seorang diri dan jatuh pada jurang/lubang, maka sangat sulit bagi orang itu untuk mendapatkan pertolongan dalam waktu yang cepat. Dengan memiliki teman perjalanan, yang seorang akan membantu orang lain yang sedang jatuh. Itulah upah yang baik: menjadi penolong bagi orang lain!

Sejak awal Allah sudah menetapkan manusia sebagai makhluk sosial. Sejak semula kesendirian bukanlah ide yang baik. Manusia diciptakan untuk saling mengasihi dan menjaga. Kebersamaan semacam ini seharusnya lebih kuat dan esensial dalam relasi antar orang percaya, karena yang mempersatukan kita adalah kasih Kristus sendiri. Kita harus mengasihi orang lain seperti Allah dan Kristus sudah mengasihi kita (Yoh 13:34; 15:12; 1 Yoh 4:7-12). Jika kebersamaan secara umum saja sudah sangat indah, apalagi kebersamaan di dalam darah Kristus! Pertanyaannya: Apakah kita mau meninggalkan “daerah kenyamanan” (comfort zone) kita dan mulai belajar mengenal orang lain yang Allah tempatkan di sekitar kita? Maukah kita membuang sikap individualistik ala dunia dan mulai belajar berbagi hidup dengan sesama? Kiranya Roh Kudus memberikan kekuatan kepada kita untuk mematikan egoisme dan keacuhan dalam diri kita serta menggantinya dengan kepedulian dan kasih.

Amin.

Tuhan memberkati!


#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#ImFavoredSeries

Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita hari ini: 
Yeremia 45-47
Mazmur 105

#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
#HappySunday
#HappyServingGod

No comments:

Post a Comment