20 Mei
Haruskah orang percaya menderita?? Yesus tidak
pernah berjanji bahwa pengikutNya tidak akan menderita. Lukas 21:17-19, “dan
kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari
rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh
hidupmu.” Penderitaan membawa sejumlah keuntungan:
1.
Melatih ketaatan kepada Allah.
2.
Membangun karakter kita. Yakobus 1:2-4 “Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai
pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan
ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya
kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” Dan kesabaran
kita. Roma 5:3-5, “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga
dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan
ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan
pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah
dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada
kita.”
3.
Peka terhadap orang lain yang menghadapi masalah (2
Korintus 1:3-7).
Ada 2 janji yang luar
biasa untuk menolong kita bertahan dalam penderitaan: Allah akan selalu bersama
kita. Matius 28:20, “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman.” Kedua, Dia menyelamatkan kita serta memberikan kita
hidup yang kekal (Wahyu 21:1-4).
Respon
Iya Ibu! Dengan hati yang tulus dan penuh
sukacita, itu yang akan saya bawa datang ke hadapan Tuhan Ibu. Dan juga dengan
hati yang bersorak-sorai saya akan memuji dan menyembahNya karena hanya Dialah
yang layak aku puji dan aku sembah serta aku tinggikan Ibu! Dan dengan segala
kerendahan hati aku mau memperhatikan hidupku dengan ketulusan hati Ibu. Untuk
saya bersedia dibentuk Tuhan dengan firmanNya! Terima kasih ya Ibu! Selamat
beribadah dan juga melayani Tuhan! Berkat dan sukacita Tuhan Yesus Kristus
selalu menyertai! Amin.
No comments:
Post a Comment