MOVING MOUNTAIN
Morning with Jesus.
Rabu 11 September 2019.
# I'MALIVE.
#MOVINGMOUNTAINS
#INTIMIDASI
#FACEOFF.
Biar ketakutan memberi pewahyuan buat kita.
2 Tawarikh 20:12.
2 Tawarikh 20:12 (TB) Ya Allah kami,
tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan
untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak
tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."
Kita tidak pernah tahu kapan musuh datang
menyerang, karena kalau tahu kita pasti dalam posisi sigap dan berjaga-jaga.
Berita buruknya, musuh datang menyerang kehidupan kita tanpa disangka-sangka
dan tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Musuh abadi kita adalah Iblis, yang
"...berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari
orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Kapan pun dan di mana pun
Iblis selalu berusaha mencari celah dan "...menunggu waktu yang baik."
(Lukas 4:13) untuk menyerang dan inilah yang seringkali membuat semua orang menjadi
sangat terkejut dan mengalami ketakutan. Seperti Yosafat yang diserang secara
tiba-tiba oleh suatu laskar besar yang terdiri dari orang-orang bani Moab dan
bani Amon, ditambah sepasukan orang Meunim.
Mendapatkan serangan secara mendadak
"Yosafat menjadi takut," (2 Tawarikh 20:3a). Reaksi alamiah seseorang
ketika dihadapkan pada masalah yang sangat berat adalah takut. Tindakan Yosafat
dalam menghadapi serangan musuh dapat kita jadikan sebagai contoh, karena dalam
ketakutannya yang sangat ia tidak dengan serta merta mencari pertolongan kepada
manusia, namun mengambil beberapa langkah:
1. Mencari Tuhan dan meminta pertolongan
kepada-Nya (2 Tawarikh 20:3, 4). Dalam keadaan sangat terdesak biasanya orang
tidak bisa berpikir secara jernih, yang dipikirkan adalah bagaimana caranya
keluar dari 'masalah tersebut' secepatnya atau mendapatkan jalan keluar secara
cepat, dimana pikiran pasti langsung tertuju kepada manusia atau sesamanya. Ada
tertulis: "Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan,
yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak,
dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang
kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN." (Yesaya
31:1). Yosafat membuat keputusan yang tepat yaitu mencari Tuhan dan meminta
pertolongan hanya kepada-Nya, bukan kepada yang lain. Pemazmur berkata,
"...tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN." (Mazmur
9:11). Amin.
Rasa takut tidaklah selalu pembunuh iman,rasa
takut bisa jadi pembangkit iman ,
Biarlah ketakutan bisa memberi pewahyuan /
mengilhami kita,untuk tetap mencari Tuhan & tetap mengandalkan Dia. Amin.
Jangan terintimidasi/ gentar.
Tapi deklarasikan, biar ketakutan kita mengilhami
kita akan kebesaran Tuhan, jalan bareng dengan Tuhan. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
#Bible Messages
#BuildingABetterYou
#movingmountains
Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita
hari ini:
2 Tawarikh 20
Mazmur 78:56-72
Yohanes 14:1-14
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#impactingmarketplace
No comments:
Post a Comment