Tuesday, 20 August 2019

20 Agustus 2019


COLOURING MY WORLD

Morning with Jesus.
Selasa 20 Agustus 2019.
#I'MALIVE.
#COLORINGMYWORLDpart3

VISI:
#CHURCH4SINNERS
Menyelamatkan jiwa dan bersama menjadi orang kesukaaan Tuhan.
MISI:
BUILDING A BETTER YOU.

M= MENGASIHI SESAMA DENGAN SEGENAP HATI.

E= EFEKTIF DAN EXCELLENT DALAM JEMAAT YANG BERDAMPAK BAGI MASYARAKAT.

M= MENJALANKAN 5 PANGGILAN GEREJA = 5 P

P= PEMBERI PENGARUH BAGI GEREJA-GEREJA LAIN.

E= ENJOYMENT & OWNERSHIP/ ENJOY BAGI JEMAAT & RASA MEMILIKI.

L=LEWAT DOA GEREJA/ KITA BERNAFAS

A= ANTUSIAS DAN SEMARAK DALAM IBADAH.

I= INGAT DAN PEDULI TERHADAP YANG BELUM PERCAYA

K= kreatifitas YANG DIMAKSIMALKAN DALAM GEREJA.

R
I
S
T
U
S

COLORING MY WORLD – Part 3.

Antusias.

Enthusiasm = En Theos (di dalam Tuhan) = Antusias
Kata Antusias yang dalam bahasa inggris ditulis enthusiasm adalah gabungan 2 kata bahasa Yunani
En yang berarti di dalam dan theos yang berarti Allah.
Antusias berarti digerakkan dan diinspirasi oleh Allah.
Setiap orang percaya diperintahkan untuk antusias dalam kehidupan dasar kekristenannya.
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan – Roma 12:9-10.
Firman Tuhan dengan jelas memerintahkan dalam hal-hal apakah kita memerlukan antusias dan bagaimana kita melakukan atau mewujudkannya. Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik. Galatia 4:18.

Antusias akan Allah
Perintahterutama yangpertama disampaikan oleh Yesus dalam Matius 22:37 adalah Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Apakah dalam perintah terutama yang pertama ini kita memiliki antusias akan Allah yang kita sadari sepenuhnya lahir karena Roh Allah dalam kita, untuk dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai orang percaya?
Paulus giat bekerja bagi Allah bahkan sebelum pertobatannya (Kisah Para Rasul 22:3), hanya saja antusias bekerja Paulus yang giat pada saat itu adalah tanpa pengetahuan kebenaran yang sesungguhnya. Paulus sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangnya (Galatia 1:14). Kala itu antusias yang ada dalam diri Paulus, bukan berasal dari Allah, tapi dari manusia lahiriah dan jiwaninya. Setelah mengalami pertobatan Paulus mengalami pembaharuan hati dan pikirannya, sehingga paulus mengalami antusias yang lahir dalam rohnya (Kolose 3:1-3 & 16-17). Antusias Paulus adalah semangat untuk giat bekerja bagi Allah dengan terus hidup dalam Kristus dan meluaskan kerajaan Allah. Dalam hidup pertobatannya Paulus memiliki antusias untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah.

Antusias untuk mengasihi
Perintah terutama yang kedua dari Yesus dalam Matius 22:39 adalah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Antusias yang digerakkan dan diinspirasikan Tuhan akan membuat kita untuk memiliki semangat mengasihi sesama. Paulus selalu menjaga hatinya untuk memberikan perhatiannya yang benar kepada orang-orang yang bersamanya maupun orang-orang yang belum mengerti kebenaran, dengan antusias Paulus senantiasa menyatakan kesaksian akan Kristus, karena Paulus mengasihi mereka. Antusias menyatakan kasih dan yang memampukan Paulus untuk melakukannya, bisa terjadi karena Paulus menyadari bahwa ia hidup dipimpin oleh Roh.
Demikian pula seperti yang tertulis dalam I Petrus 4:8, Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa, Petrus menyatakan bahwa kasih sungguh-sungguh hanya terjadi setelah kita menyucikan hati dangan mentaati kebenaran Allah. Bila tidak, kasih kita akan tercampur dengan motivasi dan keinginan yang salah.
”Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu” I Petrus 1:22.

Bagaimana kita menjadi antusias?
Antusiasme sejati bukanlah sesuatu yang kita gerakkan dengan energi kita sendiri. Interaksi atau hubungan yang terus menerus dengan Tuhan melalui Roh Kudus yang ada dalam setiap orang percaya yang menghasilkan antusiasme.
Penting bagi setiap kita untuk membedakan antusiasme roh dengan kegairahan jiwa. Orang yang mencoba mengobarkan antusiasme di dalam pikiran, kehendak atau emosi diri sendiri pada akhirnya akan mengalami depresi bahkan berujung tekanan dalam kehidupannya, apalagi semua yang dilakukan justru mengarah kepada hal yang tidak diharapkannya.
Antusiasme sebatas jiwa itu seperti sebatang lilin yang memberikan terang tetapi menghabiskan dirinya. Berbeda dengan antusiasme yang bangkit dalam roh kita, itu seperti nyala api sebuah pelita, selama kita dipenuhi Roh Allah dan Firman Allah, antusiasme ini bagai pelita yang terisi minyak, dan akan terus berkobar. Oleh karena itu untuk mempertahankan antusiasme, kita perlu terus menerus bersekutu dengan Roh Allah dan Firman Allah

Noted:
Nilai hidup kita akan ikut menentukan apa yang akan terjadi dihidup kita.

2 Minggu lalu kita belajar, 6 value penting:
1. Love,
2.Excellency,
3.Calling/5 panggilan orang percaya)
4.INFLUENCE (pemberi pengaruh),
5.ENJOYMENT and OWNERSHIP (rasa menikmati dan rasa memiliki), &
6. PRAYER/ doa

Minggu ini kita belajar 3 value berikutnya:
A= Antusias dan semarak dalam ibadah
I= Ingat dan peduli terhadap yang belum percaya
K= Kreatifitas yang dimaksimalkan

3 values ini jika kita lakukan di rumah, di keluarga, di pekerjaan, di gereja dan komsel, ini akan menolong kita semua jadi pria dan wanita yang lebih baik. Antusias, Semangat, kepedulian kita &, kreatifitas yang dimaksimalkan akan menjadi lebih baik dan makin memuliakan ALLAH.
Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

#Bible Messages
#BuildingABetterYou
#coloringmyworld

Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
1tawarikh 16
Zakharia 5
Yohanes 4:27-42

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#impactingmarketplace

No comments:

Post a Comment