LAMBE TURAH
Morning with Jesus.
#I'MALIVE
#LAMBEturahpart4
Yakobus 3:5 (TB) Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil
dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah,
betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
Tubuh kita cenderung mengikuti pimpinan lidah. Jadi, jika kita bisa mengendalikan lidah kita, kita pasti akan bisa mengendalikan diri kita sepenuhnya.
Kitab Yakobus meyakinkan kita dalam bahwa tidak seorang pun di antara kita yang sempurna, kita semua pernah bersalah, terutama dengan ucapan kita. Namun, bayangkanlah jika kita tidak pernah mengatakan sesuatu yang salah! Betapa hebatnya jika perkataan kita selalu menyemangati, selalu mendorong orang untuk maju, selalu penuh kasih, selalu baik. Bayangkan dampak positif yang bisa kamu berikan di dunia ini! Kita akan seperti Yesus.
Sayangnya, meski Yakobus memberikan kita gambaran yang begitu baiknya, lidah lebih sering dipakai untuk berkata kata negatif,mengeluh dan mengatakan hal yang jahat. Perhatikanlah lidahmu (ucapanmu) karena apa yang keluar dari lidahmu berkuasa melakukan kejahatan. Semua berawal dari api yang kecil. Lidah juga demikian; kecil tetapi bisa dahsyat merusak. Yakobus menyebutnya sebagai dunia kejahatan; perkataan yang diucapkan sembarangan bisa menyebabkan kerusakan dahsyat. Ayat 6 berkata bahwa di antara semua anggota tubuh, lidah memiliki kapasitas untuk merusak seluruh tubuh. Meski semua anggota tubuh lain sudah dikendalikan, bila lidahmu mengeluarkan hal yang jahat, seluruh tubuhmu ikut serta dalam kejahatan itu.
Ketika kita membaca bagian ayat ini kita semua pasti merasa tertegur.
Jelas bahwa Yakobus sedang berbicara secara metaforis. "Bukan berarti lidah kita bisa berdiri sendiri dan begitu jahatnya, lalu kita hanyalah korban dari perbuatannya. Kebenarannya adalah yang diucapkan mulut, meluap dari hati”
(Lukas 6:45) Lidah kita mengeluarkan hal yang jahat karena hati kita dipenuhi hal yang jahat. Ucapan kita menunjukkan kondisi hati kita yang menyedihkan dan penuh dosa di hadapan Tuhan, menunjukkan betapa kita membutuhkan Yesus untuk datang dan mengubahkan kita.
Kabar baiknya, adalah dapat kita temukan dalam bagian-bagian Alkitab yang lain: itulah tujuan kedatangan Yesus.
DIA datang untuk mengubahkan hidup kita. Amin.
Perkataan kita tdk akan pernah terlepas dari kondisi keadaan hati kita,oleh karena itu
Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#lambeturahseries
Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
2 Raja-Raja 12&13
Mikha 3
1 Korintus 16
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#impactingmarketplace
Tubuh kita cenderung mengikuti pimpinan lidah. Jadi, jika kita bisa mengendalikan lidah kita, kita pasti akan bisa mengendalikan diri kita sepenuhnya.
Kitab Yakobus meyakinkan kita dalam bahwa tidak seorang pun di antara kita yang sempurna, kita semua pernah bersalah, terutama dengan ucapan kita. Namun, bayangkanlah jika kita tidak pernah mengatakan sesuatu yang salah! Betapa hebatnya jika perkataan kita selalu menyemangati, selalu mendorong orang untuk maju, selalu penuh kasih, selalu baik. Bayangkan dampak positif yang bisa kamu berikan di dunia ini! Kita akan seperti Yesus.
Sayangnya, meski Yakobus memberikan kita gambaran yang begitu baiknya, lidah lebih sering dipakai untuk berkata kata negatif,mengeluh dan mengatakan hal yang jahat. Perhatikanlah lidahmu (ucapanmu) karena apa yang keluar dari lidahmu berkuasa melakukan kejahatan. Semua berawal dari api yang kecil. Lidah juga demikian; kecil tetapi bisa dahsyat merusak. Yakobus menyebutnya sebagai dunia kejahatan; perkataan yang diucapkan sembarangan bisa menyebabkan kerusakan dahsyat. Ayat 6 berkata bahwa di antara semua anggota tubuh, lidah memiliki kapasitas untuk merusak seluruh tubuh. Meski semua anggota tubuh lain sudah dikendalikan, bila lidahmu mengeluarkan hal yang jahat, seluruh tubuhmu ikut serta dalam kejahatan itu.
Ketika kita membaca bagian ayat ini kita semua pasti merasa tertegur.
Jelas bahwa Yakobus sedang berbicara secara metaforis. "Bukan berarti lidah kita bisa berdiri sendiri dan begitu jahatnya, lalu kita hanyalah korban dari perbuatannya. Kebenarannya adalah yang diucapkan mulut, meluap dari hati”
(Lukas 6:45) Lidah kita mengeluarkan hal yang jahat karena hati kita dipenuhi hal yang jahat. Ucapan kita menunjukkan kondisi hati kita yang menyedihkan dan penuh dosa di hadapan Tuhan, menunjukkan betapa kita membutuhkan Yesus untuk datang dan mengubahkan kita.
Kabar baiknya, adalah dapat kita temukan dalam bagian-bagian Alkitab yang lain: itulah tujuan kedatangan Yesus.
DIA datang untuk mengubahkan hidup kita. Amin.
Perkataan kita tdk akan pernah terlepas dari kondisi keadaan hati kita,oleh karena itu
Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#lambeturahseries
Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
2 Raja-Raja 12&13
Mikha 3
1 Korintus 16
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#impactingmarketplace
No comments:
Post a Comment