I AM FAVORED
Hari:
Sabtu, 8 Sept 2018
#IMFAVORED
#OPENKITCHEN
KEBAHAGIAAN MELAYANI
Apapun yang
kita kejar, entah itu uang, hobi, atau karir, akan membuat kita jenuh pada satu
titik jika semua itu kita kejar hanya untuk diri kita sendiri. Menjadikan diri kita sebagai pusat
segala sesuatu juga tidak sesuai dengan teladan yang diberikan Yesus. Hidup
Yesus adalah hidup yang MELAYANI orang
lain.
Itulah alasan
Dia-Pencipta alam semesta dan segala isinya-membasuh kaki murid-murid-Nya
(Yohanes 13:1-15). Dia ingin memberikan teladan bagi kita agar kita bisa SALING
MELAYANI (ayat
14-15). Kepuasan
yang sejati didapat ketika kita MELAYANI Tuhan, ketika kita yang jauh dari
sempurna ini dapat dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama. Kebahagiaan
yang kita dapatkan dalam berbagi berkat sungguh setimpal dengan pilihan kita
untuk mengorbankan kenyamanan diri kita semata.
TIDAK SEMUA
ORANG mau
mengorbankan dirinya untuk MELAYANI Tuhan dan sesama. Bagi sebagian orang,
menjadi orang baik saja sudah cukup. Bagi sebagian yang lain, yang terpenting
adalah hidup yang mapan dan cukuplah dengan tidak menjadi beban bagi orang
lain. Namun, ada pula orang-orang yang melakukan HAL-HAL yang LEBIH. Ada yang mengurangi
waktu bersantai demi MELAYANI orang-orang di sekitarnya. Ada pula yang
memberi hidupnya untuk menolong banyak orang. Ada yang memilih untuk MENGURANGI
GAYA HIDUP mereka demi dapat berbagi. Mereka MELAYANI sesama mereka
dengan penuh kerendahan hati.
Beberapa
orang mungkin berpikir, apa untungnya mereka melakukan hal-hal yang lebih
tersebut? Bukankah kenyamanan mereka berkurang? Waktu santai menipis, dompet
juga kembang kempis. Lagipula, tidak semua orang mengapresiasi apa yang mereka
lakukan. Jadi, apa untungnya bagi mereka? Izinkan saya menjawab pertanyaan
ini.
Bagi saya,
adalah sebuah kebahagiaan ketika saya mengetahui bahwa Tuhan telah
memakai diri says yang super tidak sempurna ini untuk dapat menjadi
berkat bagi orang lain. Selain itu, ketika saya MELAYANI Tuhan, fokus kita
terpaut pada Tuhan, misi-Nya bagi dunia ini, dan jiwa-jiwa yang saya
layani.
Saya
dapat melihat betapa luar biasanya Tuhan berkarya dalam dunia ini,
dan itu membukakan begitu banyak hal lain yang dapat saya syukuri selain
tentang hidup saya sendiri. Itulah bedanya orang yang MELAYANI dan yang
tidak melayani.
Ketika orang
yang tidak melayani hanya mensyukuri apa yang dia miliki, orang yang melayani
dapat mensyukuri apa yang Tuhan kerjakan bagi dunia ini. Tidak ada kepuasan sejati yang lahir
dari sebuah keegoisan mengutamakan kenyamanan.. Jika Dia yang adalah Pencipta
alam semesta mau melawan kenyamanan surga demi menyelamatkan kita, masakan kita
terlampau tinggi merangkul mereka yang dianggap hina?
Ezra Taft
Benson berkata sebagai berikut ini: Jika kamu
benar-benar ingin mendapatkan sukacita dan kebahagiaan, LAYANILAH orang lain
dengan segenap hatimu. Angkatlah beban mereka, dan bebanmu akan menjadi lebih
ringan. Amin, amin.
MELAYANI
Kita dapat
melakukan sesuatu tanpa rasa cinta.tetapi kita tidak dapat mencintai tanpa
melakukan sesuatu.
Sudahkah kita
terlibat dalam DAPURNYA Tuhan?? PERCAYALAH
AKAN ADA BANYAK ORANG yang TERBERKATI dengan PELAYANAN yang SAUDARA LAKUKAN?
Tuhan
memberkati!
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#ImFavoredSeries
Note:
Jangan
lupakan pembacaan alkitab kita hari ini:
Yeremia 42-44
Mazmur 48
Wahyu 6
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
#HappyLongWeekend
#HappyWithUrFam

No comments:
Post a Comment