iPhoneX
Hari:
KAMIS, 8 Maret 2018
#MurahHati=
#Memberi?
Bagaimana memberi secara Alkitabiah?
1.) Jadikan hidup kita tanah yang
subur
Dalam Markus 4, Tuhan mengatakan bahwa
orang-orang yang memiliki hati yang subur akan menerima benih Firman Tuhan di
dalam hidupnya. Benih itu akan bertumbuh dan “menghasilkan” (didomi) buah
sebanyak 30 kali, 60 kali, bahkan 100 kali lipat.
2.) Fokuskan hidup kita untuk
berdampak
Ketika memerintahkan para murid-Nya
untuk memberitakan Injil, Tuhan tidak mengatakan, “Buatlah mereka menjadi
Kristen.” Tuhan mengatakan bahwa para murid sejati akan “menyembuhkan orang sakit, memberkati orang lain, membangkitkan orang mati,
mentahirkan orang kusta, mengusir setan-setan, serta mengajarkan hikmat dan
kebenaran” (Matius 10). Ini berarti, Tuhan tidak memberkati kita hanya agar
kita dapat bercerita mengenai kebaikan Tuhan bagi hidup kita. Allah memberkati
kita agar kita dapat membagikan berkat itu bagi kehidupan orang lain.
“Dalam segala perkara saya (Rasul
Paulus) sudah memberi teladan kepada kita bahwa dengan bekerja keras seperti
ini kita harus menolong orang-orang yang tidak kuat. Karena kita harus ingat
akan apa yang Tuhan Yesus sendiri sudah katakan, 'Lebih berbahagia memberi
daripada menerima’ (Rasul Paulus).”
Apa itu memberi?
Bahasa Yunani, bahasa asli penulisan
Alkitab Perjanjian Baru, memiliki dua kata yang dapat diterjemahkan sebagai
“memberi”, yaitu “didomi” dan “charizomai”.
Kata “didomi” dapat diterjemahkan sebagai “memberikan”, “mengizinkan”,
atau “menghasilkan”. Menariknya, kata ini digunakan dalam sebagian besar
penyebutan dalam kalimat yang merujuk pada Tuhan sebagai subyek pemberi.
Yohanes 3:16 mengatakan bahwa Allah memberikan Anak tunggal-Nya untuk mati
menebus hidup kita. Roma 5:5 mengatakan bahwa Tuhan memberikan Roh-Nya kepada
kita. 1 Korintus 12:7 mengatakan bahwa Tuhan memberikan karunia-karunia rohani
seperti bakat dan talenta serta karakter-karakter ilahi yang terdapat di dalam
buah Roh, kepada kita. Kesimpulannya, Tuhanlah yang memberikan kepd kita masa
hidup, kemampuan untuk memiliki cita-cita, menikmati makanan dan minuman,
wawasan dan keahlian profesional kita, serta segala hal lainnya yang kita
miliki di dalam hidup kita. Segala “harta” itu sebenarnya bukan milik kita.
Allahlah yang meminjamkannya (“memberikan”, “mengizinkan”, atau “menghasilkan”)
semuanya itu kepada/di dalam diri kita.
Kata “charizomai” terkait erat dengan kata “charis”, yang berarti “anugerah”. Kata “charizomai” lebih sering digunakan untuk menggambarkan pemberian
yang melebihi harapan atau bahkan melampaui standar kelayakan yang wajar. Ini
berarti, Alkitab mengajarkan bahwa Allah memilih TETAP MEMBERKATI kita,
walaupun sebenarnya kita tidak layak menerima apa pun dari-Nya. Pemberian Tuhan
itu sebenarnya “tidak wajar” karena terlalu jauh melampaui kelayakan kita. Itu
sebabnya, Paulus mengatakan bahwa segala berkat Tuhan bukanlah hasil usaha
kita, melainkan anugerah dari Tuhan (Efesus 2:8).
Jadi, apa sesungguhnya yang
menghalangi kita dari memberi? Memberilah dengan murah hati.
Akan ada waktuNya PEMBERIAN kita
akan kembali kepada kita 30x lipat, 60x lipat ,100x lipat bahkan tak
terhingga... melampaui apa yang kita pikirkan. Amin.
#BibleMessage
#BuildingABetterYou
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Ulangan 7-9
PB: Markus 15
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#IMFavored

No comments:
Post a Comment