iPhoneX
Hari:
Sabtu, 17 Maret 2018
#IPHONEXseries
#YesusSahabatSejatiKita
Pertama, Yesus mencintai kita apa
adanya. Dia mencintai kita sebagaimana adanya kita. Cinta-Nya terhadap kita
tidak tergantung sikap atau apapun yang kita lakukan dalam hidup kita.
Bagaimanapun keadaan kita, menjadi seperti apapun yang kita inginkan, tidak
pernah merubah cinta-Nya kepada kita. Dia tidak pernah berhenti mencintai kita
lebih dari seorang ibu yang kita percayai mencintai kita apa adanya.
“...Karena
Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku
sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau’”
(Ibr.13:5b).
Begitupun seharusnya sikap kita
terhadap sesama. Salah satu cara menjadi sahabat bagi Yesus adalah melalui
sesama kita. Dia menghendaki kita mencintai-Nya dengan jalan mencintai sesama,
tentu dengan cara yang sama - apa adanya!
“Inilah
perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi
kamu” (Yoh. 15:12).
“Dan
Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala
sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina
ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat. 25:40).
Kongkretnya, terlepas masing-masing
kita memiliki cara yang berbeda dalam mencintai, kita diminta memberikan yang
terbaik bagi sesama kita, seperti apa yang telah Yesus lakukan bagi kita. Dia
bahkan telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.
Kedua, Yesus menerima kita apa adanya.
Tidak peduli bagaimanapun sdr dan saya, Dia tetap mengasihi kita. Kita tidak
perlu berpura-pura di hadapan-Nya untuk bisa diterima dan dicintai oleh-Nya.
Seorang sahabat sejati tidak akan pernah meninggalkan kita, walaupun dia tahu
keburukan dan sifat-sifat jelek yang kita miliki. Dia menunjukkan, sebagai
seorang sahabat selalu setia memberikan diri-Nya di setiap kesempatan, baik di
saat senang maupun susah. Kita bisa selalu jujur dan berbagi dengannya, bicara
apa adanya dengan nyaman tanpa takut ditolak. Kitapun dituntut seperti Dia,
mengimplikasikan FirmanNya-Nya di dunia kita saat ini. Kalau saat ini kita
masih memiliki orang sesuai kualifikasi yang kita tentukan untuk menjadi
sahabat kita, mari kita bercermin pada Yesus. Mulai berani memperlakukan semua
orang di sekitar kita tanpa diskriminasi dan menjadikan mereka sahabat-sahabat
kita. Merangkul orang-orang yang tersisihkan untuk kita kasihi. Karena apapun
yang kita lakukan terhadap saudara-Nya, apalagi yang paling hina, kita lakukan
itu untuk DIA.
Ketiga, Yesus adalah pemberi inspirasi
untuk menjadikan kita yang terbaik yang kita mampu. Dalam keterbatasan-Nya
sebagai manusia, Yesus meneladankan bagaimana bersikap hidup baik di hadapan
Allah. Seluruh perbuatan-Nya selalu memberikan inspirasi bagi para murid-Nya,
mendorong mereka untuk menjadi yang terbaik yang mereka mampu. Mengubahkan
mereka dari orang yang tidak percaya, menjadi percaya. Mengubahkan mereka
menjadi lebih baik dari mereka awalnya. Bagaimana dengan kita?
Sudahkah kita menjadi Sahabat Sejati
bagi sesama / saudara kita yang lain?
#BibleMessage
#BuildingABetterYou
#IPhoneXSeries
Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita
hari ini:
PL: Ulangan 32-34
PB: -
#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#IMFavored
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

No comments:
Post a Comment