Friday, 7 December 2012

7 Desember 2012



07 Desember
Ayub bertekun di dalam kerinduannya untuk bersekutu erat dengan Tuhan seperti yang pernah dialaminya (Ayub 29:1-10). Sudahkah saudara memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan? Kasih karunia Tuhan membantu Ayub untuk berbuat baik dan mengalami kemakmuran dan kembali mendapatkan kehormatan (Ayub 29:21-25). Mari kita mau melihat kembali dengan kacamata Ilahi bahwa apa yang pernah kita alami di waktu lalu adalah baik adanya!

Respon 1
Terima kasih Bu, hanya dengan melihat diri kita seperti DIA melihatnya, kita akan menyadari siapa diri kita dan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini seperti Ayub yang mencabut perkataannya sendiri. Gbu too.

Respon 2
Amin.. Memang kasih tentang Ayub sangatlah luar biasa dan takkan mungkin dapat dilalui oleh siapapun tanpa penyertaan kasih Allah, thanks buat renungan yang pasti akan bermanfaat untuk pengetahuan dan pendalaman iman tiap-tiap kita.. Selamat beraktivitas kembali & JBU O:)

Respon 3
Setelah baca Ayub 29, secara tidak sadar kira juga sering mengalami seperti itu. Kita sering mengingat-ingat “kebaikan” yang pernah kita lakukan di sepanjang hidup kita. Seolah-olah kita ini sudah jadi orang yang “baik”. Tapi Tuhan melihat kita dari semua sisi dan DIA juga mau kita melihat itu. Di saat tekanan datang apakah kita tetap bisa jadi orang “baik” seperti yang sudah-sudah. Kadang Tuhan mengijinkan pergumulan terjadi dalam hidup kita supaya kita bisa mengerti cara pandang Tuhan dalam hidup kita. Itu semua membentuk karakter kita menjadi karakter yang dikehendaki Tuhan. Semangaaattt!!! :D

Tanggapan Saya
Shalom Rita pagi, thanks buat respon-responnya luar biasa mengingatkan untuk kita terus berbuat baik dalam setiap keadaan/tekanan sekalipun :) Tuhan mampukan kita untuk terus berbuat baik, amin.

No comments:

Post a Comment