07 Desember
Ayub bertekun di dalam kerinduannya untuk bersekutu erat dengan Tuhan
seperti yang pernah dialaminya (Ayub 29:1-10). Sudahkah saudara memiliki
persekutuan yang erat dengan Tuhan? Kasih karunia Tuhan membantu Ayub untuk
berbuat baik dan mengalami kemakmuran dan kembali mendapatkan kehormatan (Ayub
29:21-25). Mari kita mau melihat kembali dengan kacamata Ilahi bahwa apa yang
pernah kita alami di waktu lalu adalah baik adanya!
Respon 1
Terima kasih Bu, hanya dengan melihat diri kita seperti DIA melihatnya,
kita akan menyadari siapa diri kita dan lebih berhati-hati dalam menjalani
kehidupan ini seperti Ayub yang mencabut perkataannya sendiri. Gbu too.
Respon 2
Amin.. Memang kasih tentang Ayub sangatlah luar biasa dan takkan mungkin
dapat dilalui oleh siapapun tanpa penyertaan kasih Allah, thanks buat renungan
yang pasti akan bermanfaat untuk pengetahuan dan pendalaman iman tiap-tiap
kita.. Selamat beraktivitas kembali & JBU O:)
Respon 3
Setelah baca Ayub 29, secara tidak sadar kira juga sering mengalami
seperti itu. Kita sering mengingat-ingat “kebaikan” yang pernah kita lakukan di
sepanjang hidup kita. Seolah-olah kita ini sudah jadi orang yang “baik”. Tapi
Tuhan melihat kita dari semua sisi dan DIA juga mau kita melihat itu. Di saat
tekanan datang apakah kita tetap bisa jadi orang “baik” seperti yang
sudah-sudah. Kadang Tuhan mengijinkan pergumulan terjadi dalam hidup kita
supaya kita bisa mengerti cara pandang Tuhan dalam hidup kita. Itu semua
membentuk karakter kita menjadi karakter yang dikehendaki Tuhan. Semangaaattt!!!
:D
Tanggapan Saya
Shalom Rita pagi, thanks buat respon-responnya luar biasa mengingatkan
untuk kita terus berbuat baik dalam setiap keadaan/tekanan sekalipun :) Tuhan
mampukan kita untuk terus berbuat baik, amin.
No comments:
Post a Comment