04 Desember
Dalam Mazmur 32 Daud menggambarkan kesia-siaan usahanya untuk menutupi
dosa-dosanya (ay. 3&4). Mazmur 32:3-4, “Selama aku berdiam diri,
tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang
malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh
teriknya musim panas.” Dan kelegaan diterimanya setelah ia mengakui isi
hatinya kepada Tuhan (ayat 5). Mazmur 32:5, “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu
dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: Aku akan mengaku kepada
TUHAN pelanggaran-pelanggaranku, dan Engkau mengampuni kesalahan karena
dosaku.” Mengaku dosa-dosa kita kepada Allah dan meninggalkan semua itu
akan kelegaan bagi jiwa kita dan kesadaran bahwa tidak ada sesuatupun yang
perlu kita sembunyikan. 1Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia
adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan
menyucikan kita dari segala kejahatan.” Amin. Kapanpun kita siap untuk
mengungkapkan dosa-dosa kita, Allah siap mengampuninya!
Respon 1
Untuk terbuka dan berkata kalau kita salah itu suatu hal yang sangat
sulit. Seringkali gengsi lebih mendominasi diri kita, menyalahkan orang lain di
balik kesalahan kita itu lebih enak daripada kita harus bilang kalo kita memang
salah. “Aku jadi seperti ini ya karena dia itu yang bla.. bla.. bla..” Itu
lebih mudah kita katakan daripada kita bilang “ya memang aku yang salah,
seharusnya aku tidak bla.. bla.. bla..” Mengakui dosa dan kesalahan kita di
hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan itu sama sulitnya karena gengsi yang
tinggi. Pagi ini renungkanlah ini, janji Tuhan kalo kita mau mengaku DIA akan
mengampuni dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Mari kita datang pada Tuhan
dan membuang semua gengsi kita, mengaku, meminta ampun dan terimalah
pengampunanNya. Amin.
Respon 2
Terima kasih atas nasehatnya.
No comments:
Post a Comment