Tuesday, 4 December 2012

4 Desember 2012



04 Desember
Dalam Mazmur 32 Daud menggambarkan kesia-siaan usahanya untuk menutupi dosa-dosanya (ay. 3&4). Mazmur 32:3-4, “Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas.” Dan kelegaan diterimanya setelah ia mengakui isi hatinya kepada Tuhan (ayat 5). Mazmur 32:5, “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” Mengaku dosa-dosa kita kepada Allah dan meninggalkan semua itu akan kelegaan bagi jiwa kita dan kesadaran bahwa tidak ada sesuatupun yang perlu kita sembunyikan. 1Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Amin. Kapanpun kita siap untuk mengungkapkan dosa-dosa kita, Allah siap mengampuninya!

Respon 1
Untuk terbuka dan berkata kalau kita salah itu suatu hal yang sangat sulit. Seringkali gengsi lebih mendominasi diri kita, menyalahkan orang lain di balik kesalahan kita itu lebih enak daripada kita harus bilang kalo kita memang salah. “Aku jadi seperti ini ya karena dia itu yang bla.. bla.. bla..” Itu lebih mudah kita katakan daripada kita bilang “ya memang aku yang salah, seharusnya aku tidak bla.. bla.. bla..” Mengakui dosa dan kesalahan kita di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan itu sama sulitnya karena gengsi yang tinggi. Pagi ini renungkanlah ini, janji Tuhan kalo kita mau mengaku DIA akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Mari kita datang pada Tuhan dan membuang semua gengsi kita, mengaku, meminta ampun dan terimalah pengampunanNya. Amin.

Respon 2
Terima kasih atas nasehatnya.

No comments:

Post a Comment