Saturday, 1 September 2012

Kata Pengantar



Ketika kita memiliki passion atau gairah di dalam Tuhan, entah itu dalam hal pujian dan penyembahan, entah di dalam mendengarkan kebenaran firmanNya kita diliputi rasa haus dan lapar akan Dia, atau di dalam berbagai bidang yang lain, hal itu akan memberikan dampak atau impact terhadap jiwa-jiwa ataupun lingkungan di sekitar kita tanpa kita sadari.
      Tuhan menciptakan kita supaya kita menjadi terangNya, Dia berkata, “kamu adalah garam dunia...” (Matius 5:13). Saya belajar dari tokoh Alkitab yang mungkin kita semua sudah tahu, yaitu Daniel. Di mana ia berada dalam masa pembuangan oleh karena ketidaktaatan bangsa Israel. Namun Daniel tidak pasrah terhadap keadaan, dia tidak menyerah. Dia menjadi salah satu menteri di bangsa asing. Maksud saya di sini bukanlah kita mengejar jabatan atau sesuatu yang duniawi, tetapi mengejar pemakaian Tuhan di dalam hidup kita dan memberikan dampak. Kita memiliki panggilan masing-masing dan bila kita meng-copy panggilan orang lain, percayalah tidak akan ada suatu dampak yang nyata. Tidak harus menjadi hamba Tuhan, ataupun kepala suatu perusahaan namun apa yang timbul di dalam hati kita, kerjakanlah dengan sepenuh hati. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23).
      Saya percaya bahwa panggilan hidup kita bukanlah panggilan yang biasa tetapi sesuatu yang di luar pikiran kita, sesuatu yang besar, sebab firman Tuhan mengatakan, “seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9). “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. IA mau supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10).

Siu Siang

No comments:

Post a Comment