Ketika
kita memiliki passion atau gairah di dalam Tuhan, entah itu dalam hal pujian
dan penyembahan, entah di dalam mendengarkan kebenaran firmanNya kita diliputi
rasa haus dan lapar akan Dia, atau di dalam berbagai bidang yang lain, hal itu
akan memberikan dampak atau impact
terhadap jiwa-jiwa ataupun lingkungan di sekitar kita tanpa kita sadari.
Tuhan menciptakan kita supaya kita menjadi
terangNya, Dia berkata, “kamu adalah garam dunia...” (Matius 5:13). Saya belajar
dari tokoh Alkitab yang mungkin kita semua sudah tahu, yaitu Daniel. Di mana ia
berada dalam masa pembuangan oleh karena ketidaktaatan bangsa Israel. Namun
Daniel tidak pasrah terhadap keadaan, dia tidak menyerah. Dia menjadi salah
satu menteri di bangsa asing. Maksud saya di sini bukanlah kita mengejar
jabatan atau sesuatu yang duniawi, tetapi mengejar pemakaian Tuhan di dalam
hidup kita dan memberikan dampak. Kita memiliki panggilan masing-masing dan
bila kita meng-copy panggilan
orang lain, percayalah tidak akan ada suatu dampak yang nyata. Tidak harus
menjadi hamba Tuhan, ataupun kepala suatu perusahaan namun apa yang timbul di
dalam hati kita, kerjakanlah dengan sepenuh hati. “Apapun juga yang kamu
perbuat, perbuatlah dengan segenap
hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23).
Saya percaya bahwa panggilan hidup kita
bukanlah panggilan yang biasa tetapi sesuatu yang di luar pikiran kita, sesuatu
yang besar, sebab firman Tuhan mengatakan, “seperti tingginya langit dari bumi,
demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
(Yesaya 55:9). “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus
untuk melakukan pekerjaan baik,
yang dipersiapkan Allah sebelumnya. IA
mau supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10).
No comments:
Post a Comment