Tuesday, 12 March 2019

12 Maret 2019


THE GOD I NEVER KNEW
Morning with Jesus.
Selasa 12 Maret 2019.
#I'M ALIVE
#THEGODINEVERKNEWPART2

IBADAH YANG SUNGGUH BUKAN ASAL-ASALAN

Lukas 10:38-42; Yohanes 11:32; Yohanes 12:1-3
Suatu ibadah disebut sungguh-sungguh apabila ibadah kita dibenarkan oleh Allah. Ibadah yang sungguh-sungguh berkaitan dengan sikap hati orang percaya yang sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Kita akan merenungkan tentang ibadah yang seharusnya dimiliki dan diaplikasi kan seseorang percaya agar ibadahnya disebut ibadah yang sungguh-sungguh. Ibadah yang SUNGGUH, paling tidak ada tiga, antara lain:

1. Sungguh-sungguh datang mendengarkan Firman Tuhan.
Dalam bagian Firman Tuhan yang kita baca, bahwa salah satu sikap hati seorang Maria yang dipuji Tuhan, yang terbaik yang telah dipilih oleh Maria adalah dia duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya”
(Lukas 10:39, 42).

Mendengarkan Firman Tuhan sangatlah bermanfaat bagi seseorang karena ia Akan diajar, dinyatakan kesalahan, diperbaiki kelakuannya dan dididik dalam kebenaran ( II Timotius 3:16). Mendengarkan Firman Tuhan juga memahami siapakah Tuhan kita. DIA bukan hanya Allah yang sanggup mencukupi kebutuhan fisik kita, melainkan juga memelihara kebutuhan rohani kita, Dialah sandaran rohani kita, perisai yang kuat, benteng hidup kita. Marilah kita duduk tenang, menanti dan sungguh-sungguh datang mendengarkan Firman Tuhan. Tuhan akan memelihara kita.

2. Serahkan pergumulan dan beban berat kepada Tuhan.
Seorang Maria dalam suatu peristiwa di Betania di mana ia dalam keadaan sedih karena ditinggal oleh saudara laki-lakinya yang meninggal yaitu bernama Lazarus. Dia pernah tersungkur di depan kaki Yesus dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati” (Yohanes 11:32). Maria sangat sedih karena ia tidak berdaya atas kematian saudaranya, namun ia tahu bahwa hanya Yesus Tuhan yang mengerti pergumulannya dan ia mengadu atau menyerahkan pergumulannya kepada Tuhan. Puji Tuhan, Tuhan merasakan, mengerti pergumulan dan beban beratnya, bahkan memberikan jalan keluar dengan menyatakan kehendak-Nya. Sebagai orang yang beribadah dengan SUNGGUH-SUNGGUH kepada Tuhan, mari kita juga menyerahkan pergumulan dan beban berat kepada Tuhan, Tuhan akan memelihara dan memberikan jalan keluar kepada kita.

3. Datang Kepada Tuhan Apa Adanya Tanpa Sembunyi akan Kekurangan Kita.
Beberapa saat Yesus disalibkan, Maria menuangkan sebotol minyak wangi yang mahal di kaki-Nya. Kemudian ia menyeka kaki Yesus dengan rambut-Nya – suatu sikap tindakan yang tidak biasa. Dalam budaya Timur Tengah abad pertama, para perempuan terhormat tidak pernah membiarkan rambut mereka terurai di depan umum. Jadi, tindakan Maria dibilang sangat berani. Dia mengorbankan seluruh tabungannya, tetapi ia juga mempertaruhkan reputasinya. Disini kita juga belajar suatu hal berkaitan dengan ibadah, yaitu seorang yang ibadah, ia harus datang kepada Tuhan dengan apa adanya tanpa perlu menyembunyikan kekurangan kita. Kadang kita datang kepada Tuhan datang dengan bertopeng kesempurnaan yang pura-pura. Marilah kita semua datang beribadah SUNGGUH-SUNGGUH dengan membuka diri daripada menutup-nutupi segala kegagalan kita hanya supaya kita terlihat kuat di mata orang lain.

Kiranya, ketiga hal tersbt di atas dapat kita renungkan, kita miliki dan diaplikasi kan dalam kehidupan beribadah kita agar ibadah menjadi ibadah yang SUNGGUH-SUNGGUH BUKAN ASAL-ASALAN dan berkenan kepada Tuhan. Tuhan memberkati kita. Amin!

Pastikan perjalanan IMAN dalam Kristus, bukan hanya supaya tidak masuk neraka dan dapat tiket ke Surga.
Tapi, lanjuntukan perjalanan IMAN kita, Minta Tuhan men-transformasi hidup kita!

Artinya:
-Waktu baca Alkitab, waktu saat teduh dan doa, waktu beribadah, waktu melayani, jangan lakukan hanya untuk absen, atau hanya untuk menunaikan tugas ibadah.
Bisa beribadah itu sebuah kehormatan! Bisa melayani itu sebuah kehormatan!
Bisa mendengar Tuhan bicara lewat Firman, dan punya moment intim dengan Tuhan itu kehormatan!

PILIH PEMURIDAN BUKAN HANYA SEKEDAR PENGETAHUAN
Alasan Tuhan mau di kenali, sebab DIA punya good intention dan divine intention buat setiap kita!
Kalau Anda datang komsel, ibadah, kelas, pelayanan, pastikan Anda datang sebab Anda perlu di muridkan.

“Tuhan tidak dapat di selami, tapi karena Dia sayang kita, Tuhan mau dikenali.” Amin.


#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheGodINeverKnewSeries

Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
Imamat 20-21
Amsal 30
Matius 14:1-21

#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#impacting marketplace
#I'm A Live

No comments:

Post a Comment