RICH FAMILY POOR FAMILY
Hari:
Senin, 12 Februari 2018
#RichFamPoorFamSeries
#PhropheticDay
Bicara soal runtuhnya sebuah tembok,
jauh sebelum kisah tembok Berlin, ada sebuah tembok yang runtuh lewat cara yang
ajaib. Bukan memakai perkakas-perkakas penghancur batu, bukan menggunakan
buldoser, bahan peledak, tetapi unik dan terdengar tidak masuk akal: yaitu
lewat sorak sorai memuji Tuhan. Ini terjadi pada tembok Yerikho yang bisa
dibaca dalam kitab Yosua pasal 6.
Yosua 6:1-27 bercerita tentang
kejatuhan kota Yerikho. Kepada Yosua, Tuhan menyampaikan bahwa kota Yerikho
diserahkan kepadanya. “Berfirmanlah TUHAN
kepada Yosua: ‘Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya
dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.’” (ay 2). Itu artinya Yosua
harus masuk merebut kota yang dikelilingi tembok kokoh dan tebal. Normalnya
ketika hendak merebut sebuah kota, kekuatan militerlah yang berperan disana.
Seberapa kuatnya prajurit dan persenjataan maupun perisai dan kendaraan perang
termasuk hewan penggeraknya akan sangat menentukan. Tetapi, seperti halnya apa
yang kita baca Tuhan lagi-lagi mendobrak pemahaman dari logika manusia.
Tuhan tidak memakai sistem strategi perang menurut manusia, tetapi menyuruh
mereka merebut dengan jalan yang sangat aneh. Tuhan memerintahkan Yosua dan
prajurit untuk berbaris mengelilingi kota itu sambil membawa tabut perjanjian
sebanyak satu putaran, sekali sehari selama enam hari berturut-turut. Khusus
untuk hari ketujuh, Tuhan mengharuskan mereka untuk mengelilingi kota Yerikho
sebanyak tujuh kali sembari para imam meniup sangkakala dibarengi sorak sorai
yang nyaring.
Jika kita berada di dalam tembok
Yerikho dan melihat orang yang ingin merebut bukannya menyerang tapi malah
berputar-putar sambil meniup sangkakala dan bersorak riuh selama berhari-hari
apa yang ada di benak kita? Mungkin kita akan menertawakan dan mencemooh mereka
yang seperti terlihat tidak waras. Keliling satu kali, kemudian tunggu hari
berikutnya. Bukan menyusun strategi, bukan menyusun formasi, bukan menyiapkan
dan mengangkat senjata, tapi jalan berkeliling saja. Lalu di hari ketujuh
mereka jalan tujuh kali sambil meniup sangkakala dan bersorak-sorak. Itu apaan
sih? Itu mungkin respon kita. Tapi karena Tuhan yang memerintahkan, Yosua dan
prajuritnya menuruti dengan taat.
Pada hari ketujuh mereka bangun pagi-pagi
benar saat fajar menyingsing dan melakukan tepat seperti yang diperintahkan
Tuhan. Yosua memimpin langsung bangsanya dalam berkeliling sambil meniup
sangkakala dan bersorak-sorai. Apa yang terjadi? Janji Tuhan kemudian secara
ajaib tergenapi. “Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera
sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak
yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam
kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.” (ay 20). Sorak
sorai dan sangkakala terbuktimampu meruntuhkan tembok tebal yang membentengi
kota. Itu jelas bukan hal biasa. Diluar logika, bertentangan dengan keilmuan
kita, tapi itulah yang terjadi.
Ketika Tuhan berjanji, Dia pasti
menepati. Ketaatan kepada Tuhan tanpa banyak tanya membuat janji itu bisa
tergenapi tidak peduli seaneh apapun itu bagi kemampuan logika manusia. Tuhan
bisa memakai apa saja, bahkan yang paling tidak masuk akal sekalipun untuk
menyatakan kuasaNya yang tak terbatas. Dan itu biasanya bisa membuat kita
mengerti bahwa keberhasilan atau kemenangan bukanlah terletak pada kekuatan
kita semata melainkan ada tidaknya Tuhan di pihak kita. Apakah Tuhan berjalan
bersama kita, berperang bersama kita, atau kita sendirian mengandalkan diri
sendiri dan semua hal duniawi yang kita miliki.
Satu hal lain yang tidak kalah
penting, lihatlah bagaimana besarnya kuasa puji-pujian yang mendatangkan
kemenangan. Alkitab mencatat beberapa kejadian dimana mukjizat yang ajaib
terjadi didahului puji-pujian. Untuk kali ini kita melihat kuasa besar dibalik
puji-pujian dari kejatuhan kota Yerikho ke tangan bangsa Israel dibawah
pimpinan Yosua. Ada kuasa di balik puji-pujian. Bagaimana itu bisa ada?
Alasannya jelas, sebab ada Tuhan yang bersemayam di atas puji-pujian (Mazmur
22:4).
Adakah penghalang janji Tuhan yang
hari ini ingin anda rubuhkan tapi anda merasa kekuatan dan kemampuan anda tidak
cukup kuat untuk melakukannya? Mengandalkan kekuatan sendiri mungkin berat,
tapi bersama Tuhan tidak ada kata mustahil. Angkat tabut perjanjian
tinggi-tinggi, itu melambangkan bahwa anda mengagungkan kehadiran Tuhan dalam
menuntun anda, dengar baik-baik apa kata Tuhan dan lakukan dengan taat meski
mungkin sepertinya aneh. Lalu angkat puji-pujian memuji Tuhan. Lakukan itu, dan
sdr akan lihat bahwa tidak ada satupun tembok yang paling tebal sekalipun bisa
bertahan. Bebaskan diri anda, raih janji Tuhan sepenuhnya. AMIN.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFamPoorFamSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Imamat 18 dan 19
PB: Kis Rasul 10
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored

No comments:
Post a Comment